DCNews, Yogyakarta — Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Achmad Nurmandi, menyoroti maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Ia menilai, kemudahan akses dua aktivitas ilegal tersebut telah menyeret jutaan warga ke dalam lingkaran utang dan kerugian sosial-ekonomi yang kian membesar.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, total utang masyarakat Indonesia akibat pinjol mencapai sekitar Rp100 triliun, disertai tren kenaikan angka kredit macet. Sementara itu, dalam dua pekan terakhir, Kominfo Digital (Komdigi) menutup 2,4 juta akun judi online yang kembali bermunculan meski pemerintah terus melakukan penindakan.
“Pinjol dan judol menjadi ancaman serius bagi masyarakat karena aksesnya begitu mudah,” ujar Prof. Nurmandi dalam keterangan tertulis, Senin (10/11/2025).
Menanggapi kondisi tersebut, ia mendorong lembaga perbankan untuk lebih aktif terlibat dalam pembangunan literasi keuangan masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan publik yang berkelanjutan.
“Banyak guru dan masyarakat terjebak karena prosesnya tidak rumit. Kampus dan perbankan harus turun langsung ke lapangan untuk mengedukasi publik,” tegasnya.
Sebagai bagian dari langkah nyata, UMY menggandeng CIMB Niaga Syariah dalam program kolaboratif yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan keuangan di tingkat akar rumput. Prof. Nurmandi menyebut, event kreatif dan kegiatan lapangan menjadi kunci agar literasi keuangan tidak hanya berhenti di ruang kelas atau kantor bank.
“Pegawai bank sebaiknya tidak hanya bekerja di kantor, tetapi juga hadir di tengah masyarakat,” katanya, menutup pernyataannya. ***

