Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Ibu-Ibu UMKM Melek Digital: “Kuncinya Naik Kelas dan Hindari Penipuan Online”

Date:

DCNews, Deli Serdang — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdig) Meutya Hafid mengajak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya kaum ibu, untuk meningkatkan literasi digital agar dapat memperluas pasar dan memperkuat daya saing usaha di era ekonomi digital.

“Dengan lebih menguasai digitalisasi, kaum ibu bisa mengembangkan usahanya lebih luas. Kalau dulu pemasaran dilakukan secara manual, kini dengan digitalisasi jangkauannya bisa nasional bahkan global,” ujar Meutya saat membuka acara Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (8/11/2025).

Menurut Meutya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mencapai target ambisius itu, katanya, percepatan digitalisasi UMKM menjadi salah satu langkah strategis.

“UMKM adalah penggerak ekonomi bangsa. Kalau ibu-ibu pelaku UMKM beralih ke digital, pergerakan ekonomi kita akan jauh lebih besar,” ucapnya.

Namun, Meutya juga mengingatkan para pelaku usaha agar waspada terhadap potensi kejahatan siber dan penipuan daring. “Online itu sama seperti pasar, ada yang jujur dan ada yang menipu. Jadi ibu-ibu harus hati-hati, jangan tergiur pinjaman online ilegal. Fokuslah pada usaha yang dijalankan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah bersama PNM terus memperluas program pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM perempuan agar mampu menjadi “UMKM tangguh” dan naik kelas di era digital.

“PNM punya banyak program pelatihan untuk meng-upgrade kemampuan ibu-ibu Mekaar. Kami ingin mereka tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan berdaya saing,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT PNM Sunar Basuki menjelaskan, kegiatan PKU Akbar 2025 diikuti sekitar 500 ibu-ibu pelaku UMKM dengan tema “Digital Kuat, Ekonomi Meningkat: Ibu-Ibu Mekaar Pahlawan Keluarga Sehat.”

“Dengan penguasaan digital, ibu-ibu bisa memperluas pasar, tidak hanya menjangkau pelanggan lokal tapi juga nasional,” ujar Sunar. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Teror Baru Pinjol dan Krisis Kepercayaan: Ketika Layanan Publik Disalahgunakan untuk Menagih Utang

Oleh: Asep Dahlan, Pendiri Dahlan Consultant Di tengah laju pesat...

OJK Perpanjang Tenggat Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026, Ini Alasannya

DCNews, Jakarta — Di tengah upaya memperkuat transparansi dan...

Wow! Utang Pinjol Jawa Barat Tembus Rp23,94 Triliun, Sinyal Tekanan Ekonomi Kelas Menengah Bawah Meningkat

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian...

Ancaman Pembunuhan oleh Pinjol Ilegal Dilaporkan ke OJK, Debitur di Tapanuli Utara Alami Intimidasi

DCNews, Tapanuli Utara — Seorang debitur pinjaman online di Tarutung,...