DCNews, Jakarta — Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty menyerukan agar peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia menilai, momentum bersejarah itu harus menjadi panggilan moral bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam menentukan arah bangsa.
Bagi Saadiah, Sumpah Pemuda bukan hanya peristiwa sejarah yang dirayakan setiap 28 Oktober, tetapi cermin kesadaran kolektif yang menegaskan pentingnya persatuan dan keberanian untuk memimpin perubahan.
“Sumpah Pemuda adalah momentum sejarah yang menandai lahirnya kesadaran kolektif untuk bersatu,” kata Saadiah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/10/2025).
Politikus asal Maluku itu menegaskan bahwa anak muda masa kini tidak boleh lagi ditempatkan sebagai pelengkap dalam politik dan pembangunan. Mereka, katanya, adalah aktor utama yang harus diberi ruang untuk berinisiatif dan memimpin arah perubahan sosial.
“Kita tidak bisa lagi memandang anak muda hanya sebagai objek politik. Mereka adalah subjek utama dalam perubahan sosial,” ujarnya.
Dalam pandangan Saadiah, makna Sumpah Pemuda hari ini terletak pada keberanian generasi muda untuk berkolaborasi lintas latar belakang, bersuara, dan menggerakkan ide-ide yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Sumpah Pemuda masa kini adalah keberanian untuk bersuara, berkolaborasi, dan memimpin gerakan yang menghadirkan manfaat nyata,” kata Saadiah.
Ia menilai, perubahan besar dalam sejarah selalu dimulai dari keberanian seorang anak muda yang berani berpikir dan bertindak berbeda. Karena itu, Saadiah menekankan pentingnya nilai dan integritas dalam kepemimpinan generasi muda.
“Anak muda harus menjadi generasi yang berani memimpin dengan nilai. Perubahan besar sering lahir dari keberanian satu anak muda,” tegasnya.
Saadiah juga menyampaikan pesan agar generasi muda tidak gentar menghadapi kegagalan. Menurutnya, keberanian untuk bermimpi besar dan jatuh bangun dalam proses adalah bagian dari perjalanan membangun masa depan bangsa.
“Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Saadiah menyerukan agar semangat Sumpah Pemuda diterjemahkan dalam tindakan nyata untuk memperkuat kapasitas dan kualitas generasi muda.
> “Semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam langkah konkret memperkuat kualitas anak muda menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya. ***

