Harga Emas Antam Turun Rp16.000 per Gram, Tertekan Pelemahan Emas Dunia

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali melemah seiring tekanan dari penurunan harga emas dunia. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025), harga emas Antam dibanderol Rp2.321.000 per gram, turun Rp16.000 dibandingkan posisi Rabu (22/10/2025).

Penurunan ini mencerminkan arah pergerakan emas global yang sedang terkoreksi setelah reli panjang sejak Agustus lalu. Sementara itu, harga buyback emas Antam — atau harga yang ditetapkan perusahaan untuk membeli kembali emas dari konsumen — juga merosot Rp35.000 menjadi Rp2.189.000 per gram.

Dalam perdagangan sehari sebelumnya, harga emas Antam sempat mengalami dua kali pembaruan. Pagi hari tercatat Rp2.310.000 per gram, lalu naik menjadi Rp2.337.000 per gram pada pukul 19.15 WIB. Pola serupa juga terjadi pada harga buyback yang naik dari Rp2.164.000 menjadi Rp2.224.000 per gram menjelang sore hari.

Pergerakan Harga Emas Antam & Dunia


Berikut grafik pergerakan harga emas Antam dan harga emas dunia periode 21–23 Oktober 2025. Garis biru menunjukkan harga jual emas Antam, hijau untuk harga buyback, dan oranye menunjukkan harga emas dunia (US$/troy ons).

Tekanan terhadap harga emas domestik sejalan dengan kinerja pasar global. Harga emas dunia di pasar spot ditutup pada US$4.088 per troy ons, turun 0,88% dari posisi sebelumnya — level terendah sejak 10 Oktober atau hampir dua pekan terakhir. Secara akumulatif, harga emas dunia telah terkoreksi 6,19% dalam dua hari terakhir.

Padahal, sejak Agustus lalu harga emas dunia sempat mencetak rekor di atas US$4.300 per troy ons, bahkan mendekati US$4.400, sebelum koreksi tajam terjadi.

“Harga yang bahkan hampir US$4.400 per troy ons sudah agak mahal. Tidak masuk akal melihat harga bisa setinggi itu,” ujar Darwei Kung, Head of Commodities and Portfolio di DWS Group.

Meski demikian, Kung menilai koreksi ini tidak mengubah prospek jangka menengah emas yang masih positif. Pandangan serupa disampaikan Adrian Day, pendiri Adrian Day Asset Management di Maryland, Amerika Serikat.

“Dalam waktu dekat, saya rasa kita akan mencapai titik dasar. Sentimen penggerak harga emas tidak berubah — The Fed belum akan menaikkan suku bunga dan pemerintah AS belum membenahi defisit anggaran. Semua itu membuat emas tetap menarik,” kata Day.

Analis memperkirakan fase konsolidasi emas saat ini bersifat sementara sebelum harga kembali bergerak naik, terutama jika ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter longgar di Amerika Serikat berlanjut. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Puan Buka Masa Sidang DPR, Tekankan Mitigasi Bencana dan Penerapan KUHP Baru

DCNews, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa...

Pemerintah Blokir Sementara Grok di Platform X, DPR Desak Moderasi Ketat Konten AI

DCNews, Jakarta — Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan...

Fahri Hamzah Buka Dapur Kekuasaan: Dari DPR ke Eksekutif, Prabowo Dinilai Presiden Paling Mandiri

DCNews, Jakarta — Perpindahan Fahri Hamzah dari dunia parlemen...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Kompak, Galeri24 dan UBS Melonjak hingga Rp65 Ribu per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan di Pegadaian...