DCNews, Jakarta— Pemerintah resmi menetapkan proyek Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025, bersama 50 proyek infrastruktur lainnya di Indonesia. Keputusan ini menandai babak baru bagi pembangunan Tol Getaci yang sempat mandek dan dua kali gagal lelang, sekaligus menjadi sinyal kuat komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam mempercepat konektivitas Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Masuknya Getaci dalam daftar PSN berarti proyek tersebut akan mendapat sejumlah keistimewaan, termasuk percepatan pembangunan dan kepastian hukum pelaksanaan. Pemerintah pun telah menegaskan bahwa tahap awal pembangunan Tol Getaci hanya akan dilakukan hingga Tasikmalaya, sebelum nantinya diteruskan ke Cilacap.
Pembangunan kembali ditargetkan dimulai pada 2026 melalui proses lelang ulang, dan diharapkan sudah dapat beroperasi pada tahun 2029.
Pembebasan Lahan Dikebut di Bandung dan Garut

Di lapangan, progres pembangunan fisik masih berfokus pada pembebasan lahan dan pembayaran uang ganti rugi (UGR) di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Getaci II, Muhammad Hidayat Satria Adi, mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2025, sekitar 2.200 bidang tanah telah berhasil dibebaskan di wilayah Garut utara, dengan luas sekitar 113 hektare dari total kebutuhan 247 hektare. “Angka ini menunjukkan progres sekitar 49 persen,” ujar Hidayat, dikutip DCNews, Selasa (21/10/2025).
Sementara itu, di Kabupaten Bandung, total lahan terdampak proyek ini mencapai 72,16 hektare, dan pembayaran UGR kembali bergulir setelah sempat terhenti beberapa waktu. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembebasan lahan di dua wilayah tersebut rampung sesuai jadwal agar pembangunan fisik dapat segera dimulai.
Tahap Berikutnya: Masuk Wilayah Tasikmalaya 2026
Setelah Garut dan Bandung tuntas, fokus pembebasan lahan akan bergeser ke Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya. Berdasarkan rencana pemerintah, proses pembayaran UGR di dua wilayah ini akan dimulai pada tahun 2026.
Di Kabupaten Tasikmalaya, proyek tol Getaci akan melewati 17 desa di 5 kecamatan, yakni:
- Kecamatan Salawu: Desa Sukahurip dan Desa Neglasari
- Kecamatan Cigalontang: Desa Kersamaju, Lengkongjaya, Nanggerang, Nangtang, Pusparaja, Sirnagalih, Sukamanah, Tanjungkarang, Tenjonagara
- Kecamatan Padakembang: Desa Cilampunghilir
- Kecamatan Leuwisari: Desa Arjasari
- Kecamatan Singaparna: Desa Sukaherang, Cintaraja, Cikunir, dan Cikadongdong
Sementara di Kota Tasikmalaya, jalan tol ini akan melintasi 15 kelurahan di 4 kecamatan, antara lain:
- Kecamatan Mangkubumi: Karikil, Cigantang, Sambong Jaya
- Kecamatan Kawalu: Gunung Tandala, Karang Anyar, Cilamajang, Karsamenak
- Kecamatan Cibeureum: Ciherang, Ciakar
- Kecamatan Tamansari: Setia Mulya, Taman Jaya, Mulya Sari, Suka Hurip, Mugar Sari, Sumelap
- Kawalu Jadi Titik Akhir Tahap Pertama
Karena tahap awal proyek hanya akan dibangun hingga Tasikmalaya, Kecamatan Kawalu akan menjadi titik akhir Tol Getaci untuk fase pertama. Proyek ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antara Bandung–Tasikmalaya menjadi hanya sekitar 2 jam, serta membuka jalur ekonomi baru di wilayah Priangan Timur.
Dengan status PSN dan percepatan pembebasan lahan yang terus berjalan, pembangunan Tol Getaci kini memasuki fase paling krusial dalam perjalanan panjangnya. Setelah dua dekade wacana, proyek yang disebut-sebut sebagai “urat nadi baru” Jawa Barat itu akhirnya mulai menemukan jalannya menuju realisasi. ***

