DCNews, Paris — Prancis meluncurkan peta jalan nasional untuk menghentikan seluruh penggunaan bahan bakar fosil pada 2050, dimulai dengan penghentian batu bara pada 2030, diikuti minyak pada 2045 dan gas pada 2050, sebagai bagian dari upaya mencapai target netral karbon.
Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi menteri “Transitioning Away from Fossil Fuels” di Santa Marta, Kolombia, yang dihadiri lebih dari 50 negara. Perwakilan Prancis Benoît Faraco menegaskan, roadmap ini mencakup seluruh sektor ekonomi, bukan hanya pembangkit listrik.
Dokumen tersebut memperkuat kebijakan energi yang sudah ada dalam kerangka Programmation pluriannuelle de l’énergie (PPE) 2026–2035. Pemerintah menargetkan porsi energi fosil turun dari sekitar 60 persen pada 2023 menjadi 40 persen pada 2030 dan 30 persen pada 2035, serta pengurangan emisi sekitar 5 persen per tahun hingga 2028.
Dalam bauran energi, Prancis tetap mengandalkan nuklir sambil mempercepat pembangunan reaktor baru dan meningkatkan produksi listrik rendah karbon hingga sekitar 650–693 TWh pada 2035. Elektrifikasi sektor transportasi dan pemanas juga dipercepat, termasuk target pemasangan satu juta pompa panas per tahun hingga 2030 dan larangan pemanas gas di bangunan baru mulai akhir 2026.
Meski demikian, ketergantungan pada impor gas untuk pemanasan dan industri masih menjadi tantangan utama. Roadmap ini muncul di tengah volatilitas pasar energi global, dan dinilai sebagai salah satu strategi paling terstruktur dari negara maju untuk keluar dari ketergantungan bahan bakar fosil, meski implementasinya akan bergantung pada dinamika politik domestik dan kebijakan Uni Eropa. ***

