DCNews, Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan lonjakan ekspor perhiasan dan barang berharga Indonesia sepanjang paruh pertama 2025. Nilainya menembus US$4,05 miliar atau setara Rp67 triliun (asumsi kurs Rp16.554,5 per dolar AS), meningkat 23% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$3,29 miliar (Rp54,2 triliun).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, mengatakan kinerja ekspor yang positif mencerminkan tingginya minat pasar global terhadap produk perhiasan emas dalam negeri. Pada 2024, Indonesia mencatat pangsa ekspor perhiasan dan barang berharga sebesar 2,5% dari pasar dunia, menempati peringkat ke-12 secara global, dengan tujuan utama ke Swiss, Hong Kong, India, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania.
“Pemerintah terus membangun ekosistem industri perhiasan nasional yang kuat dan berdaya saing global,” ujar Reni dalam keterangan tertulis, Kamis (16/10/2025).
Salah satu langkah strategis, kata Reni, adalah pembentukan Bank Bullion yang resmi diluncurkan Presiden RI pada Februari 2025. Lembaga ini berperan penting memperkuat likuiditas dan akses pembiayaan emas bagi industri perhiasan, mempermudah pengadaan bahan baku, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok.
“Kami berharap pelaku IKM perhiasan dapat menjadi bagian penting dalam ekosistem Bank Bullion, sehingga mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Selain penguatan pembiayaan, Kemenperin juga menggencarkan berbagai program peningkatan daya saing, di antaranya Partisipasi pameran dalam dan luar negeri; Program e-Smart IKM untuk memperluas akses digital; Business matching bersama Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan; Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN); Restrukturisasi mesin dan peralatan; Serta pelatihan teknis bagi para perajin perhiasan.
Dengan rangkaian kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan industri perhiasan Indonesia tak hanya menjadi penggerak ekonomi nasional, tetapi juga pemain utama di pasar global yang bernilai tinggi. ***

