DCNews, Jakarta — Bank raksasa Australia and New Zealand Banking Group Ltd (ANZ) akan memangkas sekitar 3.500 karyawan hingga September 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi besar yang digulirkan CEO baru, Nuno Matos. Kebijakan ini mencakup sekitar 8 persen dari total 42.000 tenaga kerja bank berbasis di Melbourne tersebut.
Selain pemangkasan karyawan tetap, ANZ juga berencana mengurangi penggunaan konsultan dan pihak ketiga lain. Langkah itu akan berdampak pada sekitar 1.000 kontraktor, menurut pernyataan resmi perusahaan pada Selasa (9/9). Bank memperkirakan restrukturisasi ini akan menelan biaya A$560 juta sebelum pajak pada paruh kedua tahun ini.
“Ambisi saya adalah menjadikan ANZ bank terbaik bagi nasabah, sekaligus memastikan kinerja yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Kami tahu kabar ini akan sulit bagi sebagian karyawan kami,” kata Matos, dikutip DCNews, Selasa (9/9/2025).
Strategi Pemulihan
Matos baru empat bulan memimpin ANZ setelah menggantikan Shayne Elliott pada Mei lalu. Mantan eksekutif HSBC yang dikenal sebagai “problem solver” ini tengah berupaya mengembalikan kepercayaan regulator sekaligus menenangkan investor. Ia memerintahkan penghentian pekerjaan yang tidak menjadi prioritas serta menekankan perbaikan budaya kerja dan manajemen risiko.
Bulan lalu, Matos sempat menuai kritik setelah gagal mengomunikasikan rencana pemangkasan pegawai dengan jelas. Pada pekan berikutnya, ANZ mulai memangkas peran di middle-office dan back-office divisi perbankan institusional, menurut sumber internal.
Tekanan Regulasi dan Pergantian Eksekutif
Pendahulunya, Elliott, menghadapi tekanan regulasi yang berat. Otoritas pengawas perbankan Australia pernah menjatuhkan tambahan persyaratan modal akibat kelemahan manajemen risiko, sementara Australian Securities and Investments Commission (ASIC) masih menyelidiki peran ANZ dalam penjualan obligasi pemerintah.
Sejak kedatangan Matos, sejumlah eksekutif senior hengkang, termasuk mantan kepala retail Maile Carnegie dan kepala teknologi Gerard Florian. Sebagai penggantinya, Les Vance baru saja bergabung untuk memperkuat pengelolaan risiko non-keuangan dan membangun budaya kerja yang lebih konsisten.
ANZ juga membentuk struktur baru dengan tiga posisi chief risk officer terpisah untuk divisi retail, komersial, dan perbankan institusional. Semua posisi ini akan melapor langsung kepada kepala risiko grup, Kevin Corbally.
Respon Pasar
Meskipun diwarnai gejolak internal, saham ANZ naik 15 persen sejak awal tahun, melampaui kinerja indeks saham perbankan Australia. ***

