DCNews, Washington — Dalam hitungan minggu, keluarga Trump meraup keuntungan fantastis dari bisnis aset digital. Nilainya ditaksir mencapai Rp21 triliun (US$1,3 miliar), menjadikan kripto sebagai sumber kekayaan baru yang menyaingi bahkan melampaui ikon-ikon bisnis lama seperti Trump Tower di Manhattan atau resor Mar-a-Lago di Florida.
Lonjakan tajam itu terutama datang dari dua entitas: World Liberty Financial dan American Bitcoin, perusahaan kripto yang didirikan keluarga Trump bersama sejumlah investor. Saham Eric Trump di American Bitcoin bahkan sempat bernilai lebih dari US$500 juta saat debut perdagangan 3 September lalu.
Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam pundi-pundi Trump Organization. Jika selama puluhan tahun keluarga Trump mengandalkan hotel, lapangan golf, dan properti, kini keuntungan instan datang dari token digital dan saham perusahaan tambang Bitcoin.
Tokenisasi Properti dan Strategi Baru
Rencana keluarga Trump tak berhenti di sini. Warren Hui, salah satu pendiri Soul Ventures, mengungkapkan bahwa Eric Trump mendorong gagasan “mentokenisasi” aset properti. Ide ini akan membuka jalan bagi kepemilikan digital terhadap real estat, yang sebelumnya hanya bisa dimiliki melalui transaksi tradisional.
“Kami percaya Eric punya pengalaman di sektor properti dan perhotelan yang bisa jadi keunggulan,” ujar Hui.
Dari Biden ke Trump: Regulasi Berubah Haluan
Masa depan industri kripto di Amerika juga berubah drastis seiring kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih. Di era Presiden Joe Biden, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) gencar menggugat bursa kripto seperti Coinbase dan Kraken karena menjual sekuritas tanpa izin. Namun, kasus besar itu dihentikan setelah Trump menunjuk regulator yang lebih ramah industri.
Trump bahkan berjanji menjadikan Amerika Serikat sebagai “ibu kota kripto dunia.”
Meski menghadapi kritik soal potensi konflik kepentingan, Eric dan Donald Trump Jr. bersikeras bahwa bisnis mereka terpisah dari urusan pemerintahan.
“Beli Sekarang Juga”
Eric Trump kerap tampil sebagai promotor kripto. Pada Konferensi Bitcoin Asia di Hong Kong akhir Agustus lalu, ia mengimbau audiens agar segera membeli Bitcoin. “Beli sekarang juga, detik ini juga,” katanya, mengutip slogan tokoh kripto Michael Saylor: “Jual ginjalmu kalau perlu, tapi pastikan punya Bitcoin.”
Eric mengaku telah berinvestasi di Bitcoin selama bertahun-tahun dan kini menyebut dirinya sebagai juru bicara tidak resmi bagi ekosistem kripto.
World Liberty Financial: Proyek Keluarga Trump
Didirikan September 2024, World Liberty Financial (WLFI) awalnya hanya dirancang sebagai token untuk voting proyek. Namun, kesepakatan besar terjadi Agustus lalu ketika perusahaan publik Alt5 Sigma membeli US$1,5 miliar token WLFI, separuh dengan saham dan separuh dengan tunai.
Kesepakatan itu memberi keluarga Trump keuntungan instan sekitar US$670 juta, meski nilai saham Alt5 Sigma kemudian merosot lebih dari 50%. Selain itu, Trump juga memegang 22,5 miliar token WLFI yang nilainya bisa mencapai US$4 miliar bila dilepas ke pasar.
“Kami berada di garis depan,” kata Eric Trump saat tampil di Nasdaq Times Square bersama para pendiri lainnya.
American Bitcoin: Lonjakan Kilat
Sekitar dua bulan setelah Trump dilantik kembali, Eric dan Donald Trump Jr. mendirikan American Bitcoin. Alih-alih melakukan IPO, perusahaan ini mengambil jalur kilat dengan diakuisisi perusahaan publik Gryphon Digital Mining, lalu berganti nama menjadi ABTC.
Eric Trump kini memiliki sekitar 7,5% saham, yang pada puncaknya bernilai hampir US$1 miliar. Donald Trump Jr. memiliki porsi lebih kecil, meski tak tercatat jelas di laporan publik.
“Kami beruntung, dengan atau tanpa usaha ini,” ujar Eric Trump di Bloomberg TV, seraya menegaskan ambisinya menjadi juru bicara utama industri kripto. ***

