DCNews, Jakarta — Perdana Menteri pemerintahan Houthi di Yaman, Ahmed Ghalib Al-Rahwi, tewas bersama sejumlah menterinya dalam serangan udara Israel di Sanaa pada Kamis (21/8/2025) waktu setempat. Insiden ini menandai eskalasi baru dalam konflik regional yang semakin menjerat Yaman ke dalam perang terbuka antara Israel dan kelompok bersenjata yang didukung Iran itu.
Menurut pernyataan resmi kantor Kepresidenan Houthi yang disiarkan televisi Al Masirah, Al-Rahwi dan kabinetnya menjadi sasaran saat menghadiri lokakarya rutin pemerintah. Beberapa menteri lain dilaporkan mengalami luka serius dan kini dirawat intensif.
Militer Israel (IDF) mengonfirmasi operasi tersebut, menyebutnya sebagai serangan “tepat sasaran” terhadap target militer Houthi menyusul peluncuran pesawat nirawak (UAV) dari wilayah Yaman ke arah Israel, sebagaimana dikutip DCNews, Minggu (31/8/2025).
Pemerintah Houthi menegaskan serangan ini tidak akan menghentikan roda pemerintahan maupun perlawanan. “Kami berada dalam perang terbuka dengan Israel dan akan terus membangun kekuatan militer,” kata pernyataan kelompok itu.
Sebagai langkah darurat, Mohammed Ahmed Muftah, wakil perdana menteri pertama, ditunjuk sebagai penjabat perdana menteri, menurut laporan kantor berita Saba.
Konflik Meluas ke Laut Merah
Sejak perang Israel–Hamas pecah pada 7 Oktober 2023, Houthi aktif meluncurkan rudal balistik, drone, dan serangan maritim ke arah Israel serta kapal-kapal dagang di Laut Merah. Aksi ini, menurut mereka, merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina di Gaza.
Serangan Houthi menimbulkan dampak signifikan terhadap jalur perdagangan global. Meski pasukan Israel dan Amerika Serikat berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone, pada Juli 2024 sebuah drone berhasil mencapai Tel Aviv tanpa memicu sistem peringatan dini — sebuah celah yang mengkhawatirkan bagi pertahanan Israel.
Serangan Balasan Israel-AS
Awal tahun ini, kampanye pengeboman besar-besaran oleh Israel dan Amerika Serikat sempat memaksa Houthi menyepakati gencatan senjata dengan Washington. Namun, kelompok itu tetap melanjutkan operasi militer, termasuk serangan ke infrastruktur energi dan pelabuhan yang dianggap vital bagi Israel.
Serangan udara Kamis ini menandai salah satu pukulan terbesar terhadap kepemimpinan Houthi sejak konflik regional meluas pasca-7 Oktober. Dengan tewasnya perdana menteri Houthi, risiko eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah diperkirakan semakin besar. ***

