DCNews, Jakarta — Gempa bumi berkekuatan 6,1 skala Richter mengguncang Distrik Sindirgi, Balikesir, Turki bagian barat, Minggu (10/8/2025) malam, menewaskan seorang perempuan lansia dan melukai sedikitnya 29 orang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.
Berdasarkan data lapor diri, terdapat 185 WNI yang berdomisili di Balikesir, dari total 10.186 WNI di seluruh Turki. “KBRI Ankara dan KJRI Istanbul telah berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Satgas Pelindungan WNI,” kata Kemlu RI dalam keterangan pers, Senin (11/8/2025).
Kemlu menyebut, pihaknya akan terus memantau perkembangan dan siap memberikan bantuan darurat jika diperlukan. Masyarakat dapat menghubungi hotline KBRI Ankara di +90 532 135 22 98 atau KJRI Istanbul di +90 534 453 56 11.
Runtuhka 16 Bangunan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Turki Ali Yerlikaya mengonfirmasi korban tewas adalah seorang perempuan berusia 81 tahun yang sempat diselamatkan dari reruntuhan bangunan. Gempa tersebut meruntuhkan 16 bangunan di 68 lingkungan, dan operasi pencarian telah dinyatakan selesai.
Meski begitu, rekaman dari Sindirgi yang dilansir BBC memperlihatkan bangunan besar rata dengan tanah, tumpukan logam terpelintir, dan puing-puing berserakan. Badan Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD) melaporkan gempa terjadi di kedalaman 11 km dan terasa hingga Istanbul yang berjarak 261 km dari pusat gempa.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa dan menegaskan pemerintah memantau pemulihan pasca-bencana. “Semoga Tuhan melindungi negara kita dari segala jenis bencana,” tulisnya di platform X.
Turki berada di persimpangan tiga lempeng tektonik utama dan rawan gempa. Pada Februari 2023, gempa 7,8 SR di tenggara negara itu menewaskan lebih dari 50.000 orang di Turki dan 5.000 lainnya di Suriah, meninggalkan ratusan ribu pengungsi hingga kini. ***

