Viral Dugaan Penipuan Bripda di Jateng: Modus Cinta untuk Lunasi Utang Pinjol, Propam Turun Tangan

Date:

DCNews, Semarang — Polda Jawa Tengah tengah menyelidiki dugaan kasus penipuan yang melibatkan seorang anggota polisi, Bripda BYA, setelah viral di media sosial X. Dalam unggahan yang menyedot perhatian publik, Bripda BYA dituduh memanfaatkan hubungan asmara untuk menipu sejumlah perempuan demi membayar utang dari pinjaman online (pinjol).

Akun X @KangBedah menjadi pihak pertama yang membagikan informasi tersebut pada 16 Juni 2025. Hingga petang 17 Juni, unggahan itu telah dilihat lebih dari 1,5 juta kali dan dibagikan ulang sebanyak 1.643 kali. Dalam utas panjang, akun tersebut memaparkan kronologi serta tangkapan layar dugaan percakapan dan modus yang digunakan Bripda BYA dalam mendekati para korban.

Unggahan tersebut juga menyinggung ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum, menyatakan bahwa korban merasa sia-sia jika melapor ke polisi.

Polda Jateng Benarkan dan Lakukan Penyelidikan

Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, membenarkan bahwa Bripda BYA merupakan anggota aktif yang berdinas di Direktorat Samapta (Ditsamapta). Ia menyatakan, kepolisian telah menindaklanjuti laporan viral tersebut.

“Ya, kami sudah menerima informasi tersebut dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan oleh Paminal Bidang Propam Polda Jateng,” kata Artanto, Selasa (17/6/2025).

Kompolnas Minta Propam Bertindak Tegas dan Transparan

Menanggapi kasus ini, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M. Choirul Anam menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh. Menurutnya, penyelidikan harus mencakup aspek etik maupun motivasi ekonomi di balik dugaan pelanggaran tersebut.

“Harus didalami secara komprehensif—apakah ini murni karena pinjol, pelanggaran etika, atau keduanya,” ujar Anam sembari menambahkan bahwa jika terbukti bersalah, Bripda BYA harus diberi sanksi lebih berat karena sebelumnya seluruh anggota Polri telah mendapat peringatan keras agar tidak terlibat pinjol maupun judi online.

Ia juga menekankan perlunya tindakan serius mengingat jumlah korban yang diduga lebih dari satu. “Propam harus benar-benar membuat terang peristiwa ini,” tutup Anam. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ibas: Hunian Layak dan Gizi Gratis, Kunci Kemandirian Keluarga di Desa

DCNews, Jakarta — Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono...

Wow! Pendanaan Asing ke Pinjol Tembus Rp14 Triliun, OJK Sebut Kepercayaan Investor Masih Terjaga

DCNews, Jakarta — Arus modal asing ke industri pinjaman...

Buntut Debt Collector Intimidasi Warga Timor Leste, Wagub NTT Desak Polisi Tangkap Pelakunya

DCNews, Kupang — Di tengah upaya memperkuat  hubungan ekonomi dan...

Terlalu! Debt Collector Diduga Intimidasi Warga Timor Leste di NTT, Pemprov Siap Libatkan Polisi

DCNews, Kupang — Dugaan praktik intimidasi oleh debt collector terhadap...