DCNews, Jakarta — Bank Indonesia (BI) mendesak sektor perbankan nasional untuk lebih agresif menurunkan suku bunga kredit, menyusul pelonggaran suku bunga acuan yang telah dilakukan sejak awal tahun. Langkah ini dinilai krusial dalam mempercepat laju pemulihan ekonomi nasional.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa tren penurunan suku bunga deposito memang mulai terlihat. Namun, penurunan suku bunga kredit masih jauh dari harapan.
“Suku bunga deposito 12 bulan pada Mei berada di level 4,81%, sedikit turun dari 4,83% di April,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (18/6/2025).
Meski demikian, suku bunga kredit hanya turun tipis menjadi 9,18% di Mei, dibandingkan 9,19% di bulan sebelumnya. Perry menegaskan, angka tersebut belum mencerminkan pelonggaran kebijakan moneter yang telah dilakukan BI secara progresif.
Sejak awal tahun, BI telah menurunkan BI Rate sebesar 50 basis poin, sebagai bagian dari strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ke depan, BI memandang suku bunga kredit perbankan perlu terus turun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Perry. ***

