DCNews, Jakarta — Pemerintah bersiap meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih, sebuah inisiatif ambisius yang menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk memperluas akses layanan keuangan resmi di pedesaan dan menekan dominasi rentenir serta penyedia pinjaman online (pinjol) ilegal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan Zulkifli Hasan dikutip DCNews, Sabtu (10/5/2025) mengatakan, koperasi desa akan menyediakan fasilitas simpan pinjam serta layanan keuangan digital yang terhubung langsung dengan bank milik negara melalui platform seperti Agen BRI Link dan BNI46.
“Di koperasi nanti bisa simpan pinjam, sekaligus jadi BRI Link dan BNI. Ini akan memangkas rantai pasok dan memotong peran rentenir dan pinjol,” ujar Zulhas, sapaan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Menurut Zulhas, Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya akan berfungsi sebagai lembaga keuangan mikro, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam distribusi logistik dan subsidi. Melalui koperasi ini, pemerintah akan menyalurkan berbagai barang kebutuhan pokok, seperti pupuk dan LPG bersubsidi, serta bantuan sosial bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.
Peluncuran resmi program ini dijadwalkan pada 28 Oktober 2025. Hingga Kamis sore, pemerintah mencatat 9.835 koperasi telah terbentuk dari target 80.000 unit. Dengan pendekatan multifungsi ini, pemerintah berharap Koperasi Desa Merah Putih mampu menjadi tulang punggung perekonomian desa sekaligus instrumen pemberdayaan masyarakat dalam jangka panjang. ***

