DCNews, Jakarta — Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan waktu dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan perubahan mendasar dalam kehidupan, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai langkah nyata keluar dari kebiasaan finansial yang merugikan.
Dalam pesan reflektif menyambut Tahun Baru Islam, pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, menekankan bahwa makna hijrah terbaik bukan sekadar berpindah tempat, melainkan berpindah dari kebiasaan yang buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.
Menurutnya, salah satu bentuk hijrah yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini adalah meninggalkan pola keuangan “gali lubang tutup lubang”, terutama yang melibatkan utang konsumtif dan pinjaman online (pinjol).
“Hijrah terbaik bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah dari kebiasaan gali lubang tutup lubang hutang pinjaman online menjadi stop dan mulai menata keuangan dengan lebih baik,” ujar Kang Dahlan dalam pesannya memperingati 1 Muharram 1448 H.
Ia menilai banyak keluarga menghadapi tekanan ekonomi bukan semata karena pendapatan yang kurang, tetapi karena pengelolaan keuangan yang belum sehat. Ketergantungan pada utang jangka pendek, khususnya pinjaman online, kerap menimbulkan masalah baru yang semakin membebani kondisi finansial rumah tangga.
Karena itu, Kang Dahlan mengajak masyarakat memanfaatkan pergantian tahun hijriah sebagai titik awal membangun disiplin keuangan. Langkah tersebut dapat dimulai dari menyusun anggaran, mengendalikan pengeluaran konsumtif, menyiapkan dana darurat, serta menghindari utang yang tidak produktif.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya bertujuan mencapai stabilitas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meraih keberkahan hidup. Semangat hijrah, kata dia, harus diwujudkan melalui perubahan perilaku yang memberikan manfaat jangka panjang bagi diri sendiri dan keluarga.
“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1449 H. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan dan kekuatan dalam setiap langkah kita. Bersama hijrah, menata finansial, mencari keberkahan,” tuturnya.
Pesan tersebut mendapat relevansi di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan. Dalam beberapa tahun terakhir, persoalan utang konsumtif dan penyalahgunaan layanan pinjaman online menjadi tantangan yang dihadapi banyak keluarga Indonesia.
Melalui semangat Tahun Baru Islam, Kang Dahlan berharap masyarakat tidak hanya melakukan introspeksi spiritual, tetapi juga evaluasi terhadap kondisi keuangan pribadi. Sebab, menurutnya, hijrah finansial adalah bagian dari ikhtiar untuk menciptakan kehidupan yang lebih tenang, mandiri, dan berkah.
Hijrah Bukan Hanya Simbol Spriritual
Pesan Kang Dahlan mengandung makna yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Di tengah kemudahan akses pinjaman digital, banyak orang terjebak dalam siklus utang yang sulit dihentikan. Momentum 1 Muharram dapat menjadi waktu yang tepat untuk memulai perubahan, mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengurangi utang konsumtif, hingga membangun kebiasaan menabung secara konsisten. Dengan demikian, hijrah tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga transformasi nyata menuju kondisi keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. ***

