OJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar soal Pinjol Ilegal dan Judi Online Berkedok Game

Date:

DCNeww, Tasikmalaya — Ancaman pinjaman daring (pinjol) ilegal dan judi online yang menyusup melalui platform digital menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya. Untuk membentengi generasi muda, OJK bersama Bank BJB memberikan edukasi literasi keuangan kepada 91 pelajar anggota Pramuka di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Edukasi tersebut digelar di SMPN 1 Tasikmalaya dan SMPN 2 Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Pramuka. Para pelajar tidak hanya diajak memahami cara mengelola uang, tetapi juga mengenali risiko aktivitas keuangan ilegal yang semakin mudah dijumpai di ruang digital.

Anggota Tim Edukasi OJK Tasikmalaya, Nur Izmi, mengatakan literasi keuangan perlu diperkenalkan sejak usia sekolah. Salah satu kemampuan dasar yang ditekankan adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum membelanjakan uang.

“Dalam edukasi tersebut, pelajar diajak memahami pentingnya mengelola keuangan sejak usia sekolah, antara lain dengan membedakan kebutuhan dan keinginan,” kata Nur Izmi di Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026).

Menurut dia, kegiatan bertajuk “Edukasi Keuangan: Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal” itu dirancang secara interaktif agar materi mudah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan tugas dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan sederhana, kebiasaan menabung, hingga pengenalan berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.

Para pelajar juga diajak membuat anggaran sederhana dan membangun kebiasaan menabung. Menurut Nur Izmi, kebiasaan tersebut memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai kepramukaan yang mendorong kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.

“Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan cerdas dalam mengambil keputusan keuangan,” ujarnya.

OJK Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal

Edukasi kemudian diarahkan pada persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda: penggunaan layanan keuangan digital.

OJK menjelaskan perbedaan antara penyelenggara pinjaman daring yang legal dan ilegal, termasuk risiko yang dapat muncul ketika masyarakat menggunakan layanan yang tidak memiliki legalitas.

Pelajar juga diingatkan agar tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas. Pemahaman mengenai legalitas sebuah layanan keuangan dinilai penting agar calon pengguna dapat mempertimbangkan keamanan dan risiko sebelum mengambil keputusan.

Nur Izmi mengatakan perilaku konsumtif juga perlu diwaspadai sejak dini. Dorongan untuk mengikuti tren, mencari pengakuan dari lingkungan pertemanan, atau mengejar kesenangan sesaat dapat membuat seseorang mengeluarkan uang tanpa mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan.

Karena itu, kemampuan mengendalikan pengeluaran menjadi bagian penting dari literasi keuangan. Pelajar didorong untuk membangun kebiasaan membuat prioritas sebelum menggunakan uang yang dimiliki.

Judi Online Bisa Menyamar Lewat Game

Ancaman lain yang menjadi perhatian dalam edukasi tersebut adalah judi online. OJK mengenalkan sejumlah modus perjudian digital, termasuk praktik yang disamarkan melalui permainan atau game online.

Pelajar diberikan pemahaman mengenai istilah-istilah yang kerap digunakan dalam aktivitas judi online. Tujuannya agar mereka mampu mengenali indikasi perjudian dan tidak mudah terjebak dalam aktivitas yang tampak seperti permainan biasa.

Edukasi ini juga diarahkan agar para pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar,” kata Nur Izmi.

Bagi OJK Tasikmalaya, penguatan literasi keuangan sejak bangku sekolah bukan sekadar mengajarkan cara menabung atau mengatur uang saku. Di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi digital, kemampuan mengenali risiko keuangan ilegal menjadi bagian dari kecakapan yang perlu dimiliki generasi muda. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Rp51.000, Pasar Global Justru Cetak Level Tertinggi Sejak Juni

DCNews, Jakarta — Harga emas Antam di Pegadaian bergerak turun...

Keluhkan Aksi Debt Collector, Warga Minta Kapolri Lakukan Penertiban

DCNews, Tangerang — Aksi penarikan kendaraan bermotor oleh oknum penagih...

Bahlil Siapkan Insentif Pajak untuk Geothermal, Pengusaha Diminta Tak Tahan Proyek

DCNews, Jakarta — Indonesia menghadapi persoalan yang paradoks dalam pengembangan...

Pemerintah Temukan 400 Ribu Data Antrean Haji Diduga Invalid, Dana Rp10 Triliun Berpotensi Dorman

DCNews, Jakarta — Pemerintah menemukan sekitar 400 ribu data calon...