Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online di Bandung, Hanwha Life Gandeng Save the Children Edukasi 600 Siswa SMK

Date:

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya ancaman judi online dan pinjaman digital ilegal yang menyasar generasi muda, Hanwha Life bersama Save the Children Indonesia meluncurkan program pendidikan literasi keuangan bagi remaja di Jawa Barat. Program bertajuk Future Plus Indonesia: Youth Financial Literacy Program itu diharapkan dapat membekali pelajar dengan kemampuan mengelola keuangan sekaligus memperkuat ketahanan mereka terhadap berbagai risiko finansial di era digital.

Program percontohan yang berlangsung selama satu tahun tersebut resmi diperkenalkan di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Bandung, Kamis (11/6/2026). Sebanyak 600 siswa dari enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan menjadi peserta utama dalam inisiatif yang menggabungkan pembelajaran keuangan berbasis teknologi, pendampingan mahasiswa, dan edukasi sebaya.

Peluncuran program ini dilatarbelakangi masih lebarnya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di kalangan remaja Indonesia. Meski akses terhadap layanan keuangan terus meningkat, pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan dinilai belum memadai untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi digital yang berkembang pesat.

Melalui Future Plus Indonesia, peserta akan mendapatkan materi pembelajaran digital interaktif berbasis gamifikasi yang dirancang sesuai karakteristik dan pola belajar remaja. Kurikulum tersebut mencakup berbagai aspek kesehatan finansial, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi, mitigasi risiko keuangan, kebiasaan menabung dan berinvestasi secara bijak, hingga pengenalan dasar mengenai asuransi.

Senior Manager Inclusive Youth Empowerment and Urban Programming Save the Children Indonesia, Evie Woro Yulianti, mengatakan literasi keuangan saat ini tidak lagi sekadar menjadi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi generasi muda yang hidup di tengah ekosistem digital.

“Literasi keuangan bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi merupakan mekanisme perlindungan yang sangat penting bagi remaja di tengah ekonomi digital yang semakin kompleks,” ujar Evie.

Menurut dia, kemitraan dengan Hanwha Life dirancang untuk memastikan remaja tidak hanya memahami cara mengelola uang, tetapi juga mampu mengenali dan menghindari berbagai risiko finansial yang berpotensi merugikan masa depan mereka.

Program ini turut melibatkan 50 mahasiswa SBM ITB sebagai mentor yang akan mendampingi peserta selama pelaksanaan kegiatan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih dekat dengan keseharian remaja melalui pendekatan sesama generasi.

Selain itu, sebanyak 60 siswa akan dipilih sebagai Financial Champions yang bertugas menjadi agen edukasi keuangan di sekolah masing-masing. Mereka akan memimpin berbagai kegiatan literasi keuangan dengan pendekatan peer-to-peer learning guna memperluas dampak program kepada lebih banyak pelajar.

Executive Director and Head of Corporate Planning Division Hanwha Life Korea, Suk Hyun Lim, menegaskan bahwa investasi pada peningkatan kapasitas generasi muda merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.

“Future Plus Indonesia merupakan kontribusi kami dalam mendukung Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia. Dengan membekali generasi muda kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab, kami percaya dapat membantu membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan,” kata Suk Hyun Lim.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas peserta, Hanwha Life juga membuka peluang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengunjungi kantor pusat perusahaan di Seoul, Korea Selatan. Program tersebut dirancang agar peserta memperoleh wawasan langsung mengenai inovasi dan perkembangan industri keuangan global.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH). Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Hanwha Life, Save the Children Indonesia, Bappenas, AFTECH, dan SBM ITB yang disaksikan oleh OJK.

Kolaborasi tersebut menjadi fondasi bagi penguatan pendidikan literasi keuangan berbasis sekolah dan universitas, sekaligus menjadi salah satu upaya preventif untuk melindungi generasi muda dari maraknya praktik judi online, penipuan digital, dan pinjaman ilegal yang semakin mudah diakses melalui platform daring. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Piala Dunia 2026 Resmi Bergulir, Meksiko Hadapi Afrika Selatan pada Laga Pembuka

DCNews, Jakarta — Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan...

Abdullah Minta OJK Bangun Basis Database Nasional Terbuka, untuk Awasi Debt Collector Serta Leasing

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI Abdullah...

Kasus PT Dana Syariah Indonesia: Mantan Petinggi OJK FH Resmi Jadi Tersangka

DCNews, Jakarta - Penyidikan kasus dugaan penipuan investasi dan...

Jutaan Warga Miskin Terancam Kehilangan Akses Berobat, Nurhadi: Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan Rp14 Triliun

DCNews, Jakarta — Di tengah tekanan ekonomi yang masih...