DCNews, Jakarta — Pergerakan pasar global pada Kamis, 28 Mei 2026, dibayangi kombinasi sentimen geopolitik Timur Tengah, ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta reli berlanjut saham teknologi Amerika Serikat. Investor global kini cenderung mengalihkan fokus ke aset berisiko setelah muncul optimisme terhadap meredanya ketegangan AS-Iran, meski volatilitas masih tinggi di pasar komoditas dan valuta asing.
Harga emas dunia (gold) tercatat kembali melemah ke kisaran USD 4.451 per troy ounce atau turun sekitar 0,09 persen dibanding perdagangan sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, harga emas terkoreksi lebih dari 2 persen setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada Januari 2026.
Tekanan terhadap emas muncul seiring meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama di Amerika Serikat. Selain itu, penguatan minat investor terhadap saham teknologi membuat arus dana safe haven mulai berkurang.
Di pasar energi, harga minyak mentah juga mengalami pelemahan signifikan. Data perdagangan menunjukkan oil turun ke area USD 89 per barel setelah sebelumnya sempat berada di atas USD 93 per barel. Pasar merespons positif potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.
Sementara itu, pasangan mata uang EURUSD bergerak terbatas di kisaran 1.1620–1.1660. Euro masih mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS, namun penguatan lebih lanjut tertahan sikap hawkish Federal Reserve yang masih mempertahankan narasi suku bunga tinggi.
GBPUSD juga cenderung melemah tipis di level 1.3420 setelah pound sterling kehilangan momentum akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi Inggris dan ketidakpastian arah kebijakan Bank of England.
Sedangkan USDJPY tetap bertahan kuat di atas level 159 yen per dolar AS. Kenaikan pasangan ini dipicu perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Japan yang masih longgar. Namun pasar tetap mewaspadai potensi intervensi pemerintah Jepang apabila pelemahan yen semakin tajam.
Dari pasar saham, indeks Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi baru didorong reli saham teknologi dan sektor semikonduktor. Nasdaq ditutup di atas level 30.100, sementara S&P 500 juga berhasil menguat. Optimisme terhadap kinerja perusahaan teknologi besar menjadi motor utama penguatan Wall Street dalam beberapa pekan terakhir.
Analisis Kang Dahlan: Pasar Global Masih Sangat Sensitif
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai pasar global saat ini berada dalam fase “risk-on terbatas”, di mana investor mulai kembali masuk ke aset berisiko tetapi tetap berhati-hati terhadap potensi gejolak geopolitik dan arah kebijakan bank sentral AS.
Menurut Kang Dahlan, koreksi emas dan minyak belum sepenuhnya menandakan tren bearish jangka panjang karena pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan Timur Tengah dan inflasi global.
“Nasdaq memang sedang menikmati momentum kuat dari sektor teknologi dan AI, tetapi pasar forex dan komoditas masih sangat volatil. Investor perlu disiplin menjaga manajemen risiko karena perubahan sentimen bisa terjadi sangat cepat,” ujar Kang Dahlan.
Ia menambahkan, dalam jangka pendek dolar AS diperkirakan masih relatif kuat terhadap yen Jepang, sementara euro dan pound berpotensi bergerak sideways menunggu sinyal baru dari bank sentral utama dunia. ***

