Judi Online Ancam Anak Indonesia, DPR Desak Pemerintah Bertindak Lebih Keras

Date:

DCNews, Jakarta — Ancaman judi online di Indonesia kian mengkhawatirkan setelah ratusan ribu anak dilaporkan terpapar praktik perjudian digital. Fenomena ini dinilai bukan lagi sekadar persoalan kejahatan siber, melainkan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda di tengah momentum bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Anggota Komisi I DPR RI, Mahfudz Abdurrahman, dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5/2026) mengaku prihatin atas tingginya angka paparan judi online pada anak-anak. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai alarm darurat yang harus segera ditangani secara serius oleh negara.

Pernyataan itu disampaikan Mahfudz menanggapi data yang diungkap Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, terkait maraknya anak-anak yang terjerat judi online.

Berdasarkan data tersebut, hampir 200 ribu anak Indonesia diketahui telah terpapar judi online. Dari jumlah itu, sekitar 80 ribu anak bahkan masih berusia di bawah 10 tahun.

Menurut Mahfudz, angka tersebut menunjukkan bahwa praktik judi online telah masuk ke ruang paling rentan dalam kehidupan masyarakat dan menyasar kelompok usia yang semestinya mendapatkan perlindungan maksimal.

“Ini bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum digital, tetapi sudah menjadi ancaman sosial dan moral yang sangat serius,” kata Mahfudz kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Politikus Fraksi PKS itu menegaskan pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan pemblokiran situs judi online semata. Ia meminta aparat penegak hukum memburu seluruh rantai bisnis perjudian digital, mulai dari bandar, jaringan transaksi keuangan, hingga pihak yang memfasilitasi penyebaran platform judi di internet.

“Ketika anak-anak di bawah usia 10 tahun sudah terpapar judi online, maka negara harus hadir dengan langkah yang jauh lebih tegas dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Mahfudz juga mengingatkan bahwa kualitas generasi muda akan menentukan keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi dalam dua dekade mendatang. Karena itu, menurut dia, lingkungan digital yang sehat harus menjadi prioritas nasional.

“Kita sedang menikmati bonus demografi. Anak-anak dan generasi muda hari ini adalah penentu wajah Indonesia Emas 2045. Jangan sampai mereka justru tumbuh di tengah paparan judi online, kekerasan digital, dan lingkungan internet yang tidak sehat,” katanya.

Ia menegaskan, negara harus menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas ekosistem judi online secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Negara harus menunjukkan keseriusan dalam memberantas ekosistem judi online dari hulu sampai hilir,” pungkasnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Habib Aboe: Muhammadiyah Selama 117 Tahun Jadi Pilar Pendidikan, Kesehatan, dan Persatuan Bangsa

DCNews, Jakarta — Di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan...

Kemenhub Perketat Pengawasan Angkutan Jelang Libur Iduladha 2026, Puncak Arus Diprediksi 26 Mei

DCNews, Jakarta — Menjelang libur panjang Hari Raya Iduladha...

Dolar AS Melemah dan Wall Street Menguat Usai Sinyal Perdamaian Iran–AS soal Selat Hormuz

DCNews, Jakarta — Harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur...

DPR Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Kebutuhan Huntap Tembus 39 Ribu Unit

DCNews, Jakarta — Pemerintah bersama DPR RI mempercepat upaya rehabilitasi...