Soroti Efisiensi Perbankan, Kang Dahlan:  Digitalisasi Tak Boleh Mengorbankan SDM dan Layanan Nasabah

Date:

DCNews, Jakarta — Gelombang efisiensi yang mulai terasa di industri perbankan nasional memunculkan kekhawatiran baru di tengah percepatan transformasi digital sektor keuangan. Di balik upaya bank memangkas biaya operasional dan menyesuaikan model bisnis, muncul pertanyaan tentang nasib tenaga kerja perbankan serta kualitas layanan kepada masyarakat.

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai langkah efisiensi yang dilakukan sejumlah bank besar pada kuartal I-2026 merupakan konsekuensi logis dari perubahan lanskap industri keuangan. Namun, pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu mengingatkan agar transformasi digital tidak dijadikan alasan untuk mengurangi kualitas sumber daya manusia maupun pelayanan kepada nasabah.

“Digitalisasi memang tidak bisa dihindari. Bank saat ini dituntut lebih cepat, efisien, dan adaptif terhadap perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital. Tetapi efisiensi jangan semata-mata dimaknai sebagai pengurangan tenaga kerja,” kata Kang Dahlan di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, industri perbankan sedang memasuki fase transisi besar dari model layanan konvensional menuju ekosistem digital yang lebih otomatis dan berbasis teknologi. Kondisi tersebut membuat sejumlah bank mulai menyesuaikan struktur organisasi dan beban operasional agar tetap kompetitif di tengah tekanan ekonomi global dan perubahan perilaku konsumen.

Ia menilai langkah efisiensi akan menjadi tren jangka panjang di sektor perbankan, terutama karena penggunaan layanan digital seperti mobile banking, internet banking, dan transaksi tanpa kantor cabang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Ke depan, bank bukan hanya bersaing soal jumlah kantor cabang atau tenaga pemasaran, tetapi soal kemampuan teknologi, keamanan data, dan pengalaman layanan digital nasabah,” ujarnya.

Meski demikian, Kang Dahlan mengingatkan agar industri perbankan tetap memperhatikan aspek sosial dalam proses transformasi tersebut. Menurut dia, pengurangan tenaga kerja harus dibarengi dengan program peningkatan keterampilan atau reskilling agar pegawai dapat beradaptasi dengan kebutuhan industri baru.

“SDM perbankan harus dipersiapkan masuk ke era digital. Jangan sampai efisiensi justru menciptakan gelombang pengangguran baru di sektor keuangan,” katanya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait tren efisiensi yang mulai terlihat di industri perbankan, termasuk penurunan beban tenaga kerja di sejumlah bank besar pada kuartal I-2026.

OJK menilai langkah tersebut masih tergolong wajar sebagai bagian dari strategi bisnis perbankan, sepanjang dilakukan secara prudent, tetap menjaga tata kelola perusahaan, manajemen risiko, serta tidak mengganggu kualitas layanan kepada nasabah.

Menurut OJK, tren efisiensi itu juga tidak terlepas dari masifnya adopsi teknologi digital di sektor jasa keuangan yang telah mengubah kebutuhan dan perilaku masyarakat dalam mengakses layanan perbankan.

Kang Dahlan menambahkan, transformasi digital seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat inklusi keuangan dan memperluas akses layanan masyarakat, bukan hanya fokus pada efisiensi biaya semata.

“Bank harus tetap hadir untuk masyarakat. Teknologi seharusnya memperkuat layanan, bukan menjauhkan hubungan antara industri perbankan dan nasabah,” ujarnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK DIY Ungkap Modus Pinjol Ilegal, Investasi Bodong, dan Judi Online: Waspadai Iming-iming Untung Tinggi

DCNews, Yogyakarta — Tawaran pinjaman online (pinjol) cair dalam...

1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Akurasi Data Bansos Jadi Sorotan

DCNews, Jakarta — Sekitar 1.900 pegawai Kementerian Sosial (Kemensos)...

Kopi Kenangan Bantah Minta Karyawan Mengundurkan Diri Saat Sakit, Polemik Berlanjut Usai Kahfi Meninggal

DCNews, Jakarta — Polemik hubungan kerja di tengah perjuangan...

India Dorong Indonesia Perkuat Kerja Sama Moneter BRICS Lewat Inovasi Keuangan dan Fintech

DCNews, New Delhi – Keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka...