DCNews, Jakarta – Harga emas di Pegadaian pada Jumat, 8 Mei 2026, bergerak variatif di tengah dinamika pasar global dan fluktuasi nilai tukar. Emas Antam dan Galeri24 tercatat mengalami kenaikan harga dibanding perdagangan sebelumnya, sementara emas UBS justru terkoreksi tipis.
Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian yang dipantau pukul 05.37 WIB, harga emas Antam naik Rp18.000 menjadi Rp2.954.000 per gram dari sebelumnya Rp2.936.000 per gram. Kenaikan juga terjadi pada emas Galeri24 yang melonjak Rp11.000, dari Rp2.822.000 menjadi Rp2.833.000 per gram.
Di sisi lain, emas UBS mengalami penurunan tipis sebesar Rp2.000. Harga emas UBS kini berada di level Rp2.892.000 per gram, turun dari sebelumnya Rp2.894.000 per gram.
Pergerakan harga yang berbeda pada ketiga produk emas tersebut mencerminkan kondisi pasar logam mulia yang masih berfluktuasi. Harga emas umumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari pergerakan harga emas dunia, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, hingga ketidakpastian ekonomi global.
Berikut rincian harga emas terbaru di Pegadaian per Jumat, 8 Mei 2026:
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp1.529.000
- 1 gram: Rp2.954.000
- 2 gram: Rp5.845.000
- 3 gram: Rp8.742.000
- 5 gram: Rp14.534.000
- 10 gram: Rp29.011.000
- 25 gram: Rp72.397.000
- 50 gram: Rp144.711.000
- 100 gram: Rp289.341.000
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.486.000
- 1 gram: Rp2.833.000
- 2 gram: Rp5.597.000
- 5 gram: Rp13.889.000
- 10 gram: Rp27.704.000
- 25 gram: Rp68.889.000
- 50 gram: Rp137.668.000
- 100 gram: Rp275.200.000
- 250 gram: Rp686.310.000
- 500 gram: Rp1.372.618.000
- 1.000 gram: Rp2.745.235.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.564.000
- 1 gram: Rp2.892.000
- 2 gram: Rp5.739.000
- 5 gram: Rp14.182.000
- 10 gram: Rp28.217.000
- 25 gram: Rp70.402.000
- 50 gram: Rp140.515.000
- 100 gram: Rp280.918.000
- 250 gram: Rp702.089.000
- 500 gram: Rp1.402.528.000
Analisis Dahlan Consultant: Kenaikan Masih Dipengaruhi Minat Investor
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai tren kenaikan harga emas masih dipengaruhi tingginya minat investor terhadap aset aman atau safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut dia, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik untuk investasi jangka panjang, terutama saat pasar keuangan bergejolak dan tekanan inflasi masih membayangi sejumlah negara. ***

