DCNews, Jakarta — Di tengah momentum Ramadan hingga pasca-Lebaran 2026, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) memperluas peran sosialnya dengan menyalurkan ribuan paket bantuan sekaligus memperkuat program peningkatan kapasitas wartawan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempererat solidaritas sekaligus meningkatkan kesejahteraan komunitas jurnalis dan masyarakat luas.
Ketua KWP, Dr. Ariawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendistribusikan sekitar 2.600 paket sembako sepanjang periode Ramadan hingga setelah Hari Raya Idulfitri. Bantuan tersebut tidak hanya menyasar anggota KWP, tetapi juga wartawan non-anggota, kelompok kerja (pokja) di daerah, masyarakat umum, hingga anak yatim.
Pernyataan itu disampaikan dalam forum Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Halal Bihalal Memperkuat Kebersamaan Wartawan dan Anggota Dewan” yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026), hasil kolaborasi KWP dengan Biro Pemberitaan DPR RI. Acara tersebut turut dihadiri anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, jajaran biro pemberitaan, serta perwakilan humas dan protokol DPD RI dan sektor perbankan.
“Sejak awal Ramadan, menjelang Lebaran, hingga pasca-Lebaran kami terus menyalurkan sembako. Bahkan sore ini anggota KWP kembali akan menerima bantuan dari Bank Mandiri, dan sebelumnya juga ada dukungan dari BNI,” kata Ariawan.
Selain program bantuan sosial, KWP juga mengembangkan inisiatif beasiswa untuk meningkatkan kualitas sumber daya wartawan. Salah satu program unggulan adalah kerja sama pendidikan jenjang magister (S2) dengan Universitas Paramadina yang dapat diakses oleh anggota KWP beserta keluarga inti mereka.
Menurut Ariawan, kerja sama tersebut dirancang berkelanjutan selama lima tahun ke depan.
“Siapapun yang memimpin KWP nantinya, program ini tetap berjalan. Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan kampus lain seperti Al Azhar, serta mencari opsi beasiswa di Jakarta agar lebih mudah diakses,” ujarnya.
KWP juga tengah menjalankan program beasiswa melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) bekerja sama dengan Komisi X DPR RI, yang mulai direalisasikan tahun ini.
Di akhir pernyataannya, Ariawan mengajak para wartawan tidak hanya berperan sebagai peliput, tetapi juga sebagai penerima manfaat dari program-program yang dihadirkan. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama memimpin organisasi dalam satu tahun terakhir periode keduanya. ***

