Puncak Arus Balik Nagreg Hari Ini, Dishub Bandung Siapkan Skema One Way Sepenggal

Date:

DCNews, Bandung — Gelombang arus balik Lebaran di jalur selatan Jawa Barat mulai menunjukkan peningkatan signifikan, dengan kepadatan kendaraan mengular di kawasan Nagreg sejak pagi hari, Selasa (24/3/2026). Otoritas transportasi memprediksi hari ini menjadi puncak pertama arus balik, seiring berakhirnya masa cuti bersama dan kembalinya aktivitas kerja.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung memperkirakan lonjakan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung akan mencapai intensitas tertinggi pada hari terakhir libur panjang tersebut. Jalur Nagreg yang dikenal sebagai titik krusial penghubung wilayah timur dan barat Jawa Barat kembali menjadi fokus pengaturan lalu lintas.

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, mengatakan peningkatan volume kendaraan sudah terlihat sejak pagi dan diprediksi terus bertambah hingga malam hari.

“Puncak pertama diperkirakan terjadi hari ini, bertepatan dengan hari terakhir libur sebelum masyarakat kembali beraktivitas,” ujar Eric.

Menurutnya, arus balik tahun ini diperkirakan berlangsung dalam dua gelombang. Setelah puncak pertama pada Selasa (24/3/2026), gelombang kedua diprediksi terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu (28/3/2026) dan Minggu (29/3/2026), seiring masih adanya masyarakat yang memilih kembali setelah libur tambahan.

“Sebagian masyarakat masih memiliki fleksibilitas waktu, sehingga potensi lonjakan kedua tetap perlu diantisipasi,” katanya.

Sementara itu, jajaran kepolisian menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan, terutama di jalur yang memiliki karakteristik medan berat seperti tikungan tajam, tanjakan, dan turunan.

Sistem One Way Sepenggal

Direktur Binmas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Wadi Sa’bani, menjelaskan pihaknya akan menerapkan sistem satu arah (one way) sepenggal dari arah Tasikmalaya dan Garut menuju Bandung pada titik-titik tertentu.

“Kami akan memberlakukan one way sepenggal ketika terjadi perlambatan agar arus kendaraan tetap bergerak dan tidak terjadi penumpukan panjang,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas tersebut akan diterapkan secara situasional, terutama di titik rawan kemacetan. Petugas juga akan melakukan penarikan arus kendaraan apabila antrean sudah memanjang hingga kawasan Gentong di Kabupaten Tasikmalaya, lalu dialihkan melalui jalur yang lebih landai menuju Bandung.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus balik dan meminimalkan risiko kemacetan parah di salah satu jalur paling padat di Jawa Barat selama periode Lebaran. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prancis Tetapkan Roadmap Hentikan Energi Fosil 2050, Batu Bara Disetop 2030

DCNews, Paris — Prancis meluncurkan peta jalan nasional untuk...

Aktris Jadi Korban Dugaan Penipuan Bisnis di Bali, Usaha Kuliner Hancur dan Diteror Debt Collector

DCNews, Jakarta — Di balik geliat industri pariwisata Bali yang...

Polisi Harus Investigasi Kasus Dugaan Manipulasi Dokumen Debt Collector Pembelian Mobil Mewah di Jawa Timur

DCNews, Jakarta – Mobil mewah Lexus RX350 milik Andy...

Indosaku Minta Maaf Usai Kasus Debt Collector Viral, Putus Mitra dan Audit Internal

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya sorotan terhadap praktik penagihan...