Hoaks Pinjaman Koperasi Merah Putih di TikTok, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Program Kredit Instan

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah maraknya konten keuangan di media sosial, pemerintah menegaskan bahwa video yang menawarkan pinjaman atas nama program Koperasi Desa Merah Putih adalah informasi menyesatkan dan tidak berasal dari kebijakan resmi negara.

Narasi mengenai “pinjaman cepat tanpa syarat” kembali mencuat di platform TikTok, memanfaatkan nama program strategis pemerintah untuk menarik perhatian masyarakat. Sejumlah akun bahkan menyebarkan brosur digital bertajuk “Koperasi Desa Merah Putih – Brosur Pinjaman Angsuran Per Bulan & Per Tahun” yang menawarkan kredit mulai Rp5 juta hingga ratusan juta rupiah, lengkap dengan simulasi cicilan ringan dan klaim pencairan mudah.

Dalam materi yang beredar, disebutkan pinjaman Rp5 juta dapat dicicil mulai sekitar Rp416 ribu per bulan untuk tenor 12 bulan hingga Rp83 ribu per bulan untuk tenor 60 bulan. Unggahan tersebut juga mengklaim sebagai “pinjaman berbasis online untuk seluruh masyarakat Indonesia”.

Namun, pemerintah memastikan klaim tersebut tidak benar.

Tidak Ada Skema Pinjaman Instan

Otoritas pemerintah, termasuk kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menegaskan tidak pernah ada program pinjaman instan tanpa prosedur seperti yang beredar di media sosial. Skema yang menjanjikan kredit tanpa bunga, tanpa verifikasi identitas, maupun pencairan cepat dipastikan bukan bagian dari program resmi.

Masyarakat diminta waspada terhadap penyalahgunaan nama lembaga atau program pemerintah yang kerap digunakan untuk modus penipuan atau praktik pinjaman ilegal.

Dirancang untuk Lawan Pinjol Ilegal

Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih justru dibentuk sebagai solusi untuk memperkuat ekonomi desa dan memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir maupun pinjaman online ilegal.

Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang menciptakan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Koperasi ini bukan untuk bagi-bagi pinjaman instan, melainkan menggerakkan ekonomi desa secara produktif,” ujarnya.

Fokus pada Ekonomi Produktif Desa

Melalui Instruksi Presiden tahun 2025, pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80 ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Operasionalnya mencakup enam unit utama, yaitu layanan manajerial, simpan pinjam berbasis koperasi, toko kebutuhan pokok, distribusi sarana pertanian, apotek desa, serta klinik desa.

Selain itu, koperasi didorong mengembangkan usaha berbasis potensi lokal seperti pertanian, peternakan, dan perikanan guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Kesimpulan

Informasi yang beredar di TikTok mengenai pinjaman atas nama Koperasi Merah Putih dipastikan hoaks. Program ini tidak menyediakan pinjaman instan seperti yang diklaim, melainkan berfokus pada penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pinjol Bermasalah Didominasi Anak Muda, OJK Soroti Risiko Kredit

DCNews, Jakarta — Kelompok usia muda menjadi penyumbang terbesar pembiayaan...

OJK Hapus Batas Pinjaman di Tiga Pindar, Risiko Utang Jadi Sorotan

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut batasan...

KPK Sita 20 Koper Uang dalam OTT Dugaan Korupsi Pengurusan HGB di Jabodetabek

DCNews, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sekitar...

KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Dugaan Korupsi HGB di Bogor, Ada Pejabat Pertanahan dan Politikus Golkar

DCNews, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 17...