DCNews, Jakarta – Harga emas batangan Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali melemah pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Penurunan harga jual dan buyback mempersempit nilai investasi emas bagi pemilik yang ingin mencairkan kepemilikannya di tengah pergerakan harga logam mulia yang fluktuatif.
Mengutip situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam pecahan 1 gram ditetapkan Rp2.592.000 pada Selasa pagi. Harga tersebut turun Rp10.000 atau sekitar 0,38 persen dibandingkan posisi Senin (14/9/2026) sebesar Rp2.602.000 per gram.
Penurunan lebih besar terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.437.000 per gram, turun Rp15.000 dari Rp2.452.000 per gram pada perdagangan sebelumnya.
Dengan demikian, selisih antara harga jual emas Antam 1 gram dan harga buyback mencapai Rp155.000 per gram. Selisih ini menjadi pertimbangan penting bagi investor, terutama yang membeli emas untuk kebutuhan jangka pendek.
Harga emas Antam dalam pecahan lebih besar juga mengalami penyesuaian sesuai daftar harga Logam Mulia pada Selasa. Harga tersebut belum termasuk pajak.
Berikut daftar harga emas batangan Antam per Selasa (15/9/2026):
- Emas 0,5 gram: Rp1.346.000.
- Emas 1 gram: Rp2.592.000.
- Emas 5 gram: Rp12.775.000.
- Emas 10 gram: Rp25.470.000.
- Emas 25 gram: Rp63.510.000.
- Emas 50 gram: Rp126.855.000.
- Emas 100 gram: Rp253.560.000.
- Emas 250 gram: Rp633.590.000.
- Emas 500 gram: Rp1.266.900.000.
- Emas 1.000 gram: Rp2.532.600.000.
Analisis Dahlan Consultant: Investor Perlu Cermati Selisih Harga Jual dan Buyback
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan atau akrab disapa Kang Dahlan, menilai penurunan harga emas Antam perlu dibaca secara proporsional oleh investor. Perubahan harga harian tidak semestinya menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan keputusan membeli atau menjual emas.
Menurut Kang Dahlan, investor perlu memperhatikan selisih harga jual dan buyback sebelum melakukan transaksi. Selisih Rp155.000 per gram pada perdagangan Selasa menunjukkan bahwa pemilik emas yang menjual kembali dalam waktu singkat berpotensi menghadapi selisih nilai yang cukup besar.
Ia menyarankan investor menetapkan tujuan kepemilikan emas sejak awal, apakah untuk menjaga nilai aset, diversifikasi investasi, atau kebutuhan keuangan tertentu. Untuk tujuan jangka panjang, penurunan harian dapat menjadi bagian dari dinamika pasar yang perlu dihadapi dengan disiplin.
Namun, investor tetap perlu memperhitungkan kemampuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta biaya dan pajak yang berlaku. Keputusan membeli emas sebaiknya tidak didasarkan pada kekhawatiran ketinggalan momentum kenaikan harga, melainkan pada perencanaan keuangan yang terukur. ***

