Harga Emas Antam Turun Rp55.000 Jadi Rp3,004 Juta per Gram, Investor Waspadai Tekanan Pasar Global

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat turun tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026) pagi. Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam anjlok Rp55.000 menjadi Rp3.004.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp3.059.000 per gram pada pukul 09.10 WIB.

Penurunan ini juga diikuti oleh harga beli kembali (buyback) yang kini berada di level Rp2.757.000 per gram. Nilai buyback merupakan harga yang ditawarkan Antam apabila konsumen menjual kembali emas batangan mereka kepada perusahaan.

Pergerakan harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Dalam setiap transaksi penjualan emas batangan kepada Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta, pemerintah mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besarannya adalah 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima penjual.

Sementara itu, untuk transaksi pembelian emas batangan, pembeli juga dikenakan PPh 22 sesuai ketentuan PMK Nomor 34/PMK.10/2017 tentang Pemungutan PPh Pasal 22 atas Penjualan Emas Batangan. Tarifnya sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong pajak tersebut.

Berikut daftar harga emas Antam per Senin pagi:

  • 0,5 gram: Rp1.552.000
  • 1 gram: Rp3.004.000
  • 2 gram: Rp5.948.000
  • 3 gram: Rp8.897.000
  • 5 gram: Rp14.795.000
  • 10 gram: Rp29.535.000
  • 25 gram: Rp73.712.000
  • 50 gram: Rp147.345.000
  • 100 gram: Rp294.612.000
  • 250 gram: Rp736.265.000
  • 500 gram: Rp1.472.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.944.600.000
Analisis Pasar

Koreksi harga emas domestik ini mencerminkan tekanan dari pasar global, terutama penguatan dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang cenderung mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Dalam jangka pendek, analis menilai harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif karena investor menunggu sinyal kebijakan suku bunga dari bank sentral AS serta perkembangan inflasi global. Namun, dalam perspektif jangka menengah, emas tetap dipandang sebagai instrumen safe haven yang relevan di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Gandeng 27 Asosiasi Profesi, Perkuat Tata Kelola Keuangan Hadapi Risiko Fraud dan AI

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng 27...

Cicilan Kendaraan Macet? Ini Cara Ajukan Restrukturisasi agar Tak Berujung Penarikan

DCNews, Jakarta — Angsuran kendaraan yang menunggak tidak selalu...

Pendanaan Pindar dari Perbankan Capai 75,59%, AFPI Ungkap Tren Kolaborasi

DCNews, Jakarta — Perbankan nasional semakin berperan dalam mendukung...

Vicky Shu Buka Suara soal Teror Pinjol, Foto KTP dan Gambar Tak Pantas Dikirim

DCNwes, Jakarta — Penyanyi Vicky Shu mengaku mendapat teror...