Pendanaan Pindar dari Perbankan Capai 75,59%, AFPI Ungkap Tren Kolaborasi

Date:

DCNews, Jakarta — Perbankan nasional semakin berperan dalam mendukung pendanaan industri pinjaman daring atau fintech lending. Pada April 2026, porsi pendanaan dari perbankan mencapai 75,59% dari total pendanaan industri, meningkat tajam dibandingkan posisi 2020 yang baru sebesar 28%.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah, menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri teknologi finansial pendanaan bersama atau pindar tidak serta-merta menggantikan perbankan konvensional. Sebaliknya, kedua sektor justru membangun kemitraan untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat.

Menurut Kuseryansyah, peningkatan kontribusi perbankan mencerminkan kepercayaan pemodal institusional terhadap kemampuan platform pindar dalam menyalurkan pembiayaan. Kolaborasi ini juga mempertemukan kekuatan pendanaan perbankan dengan efisiensi teknologi digital.

“Di Indonesia terjadi satu hal yang luar biasa. Bukan mendisrupsi, ternyata terjadi kemitraan dan kolaborasi antara perbankan dengan pinjaman daring. Pindar telah terbukti menjadi mitra penyalur kredit yang andal bagi perbankan,” ujar Kuseryansyah, yang akrab disapa Kus, dalam siniar Industry MTalk Finance baru-baru ini.

Teknologi Digital Perluas Akses Pembiayaan

Kuseryansyah menjelaskan, keunggulan operasional menjadi salah satu faktor yang mendukung kolaborasi antara perbankan dan pindar. Platform digital memungkinkan proses pembiayaan berlangsung lebih cepat dan efisien tanpa mengharuskan calon debitur bertemu langsung dengan penyedia layanan.

Dukungan teknologi verifikasi identitas elektronik atau electronic Know Your Customer (e-KYC), serta penggunaan tanda tangan digital, turut menunjang proses pembiayaan. Infrastruktur tersebut membantu mempercepat proses administrasi sekaligus mendukung penerapan prosedur verifikasi calon peminjam.

Dalam skema kolaborasi ini, platform pindar dapat berperan sebagai garda terdepan untuk menjangkau kelompok masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan perbankan (unbanked) maupun kelompok yang belum terlayani secara optimal (underserved).

Jangkauan tersebut diperkuat melalui pemanfaatan data alternatif dan sistem penilaian kelayakan kredit (credit scoring). Teknologi ini memungkinkan penyedia layanan mengevaluasi calon debitur yang belum memiliki riwayat kredit formal, sehingga potensi pembiayaan bagi segmen yang selama ini sulit dijangkau dapat diidentifikasi.

Bagi perbankan, kemitraan dengan platform digital juga membuka peluang memperluas jangkauan penyaluran kredit tanpa harus mengandalkan ekspansi jaringan kantor fisik. Meski demikian, efektivitas model tersebut tetap bergantung pada kualitas penilaian kredit, pengelolaan risiko, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

AFPI Dorong Penguatan Tata Kelola

Kuseryansyah menilai peningkatan peran perbankan dalam pendanaan pindar menunjukkan industri tersebut memasuki tahap pendewasaan. Hubungan kedua sektor, menurut dia, berkembang dari kekhawatiran terhadap disrupsi menjadi kolaborasi yang berpotensi memperluas pembiayaan.

Ke depan, AFPI berkomitmen mendorong penguatan tata kelola dan manajemen risiko agar kerja sama antara perbankan dan penyelenggara pindar dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Penguatan tersebut menjadi penting untuk memastikan perluasan akses pembiayaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan penyaluran kredit, tetapi juga memperhatikan kualitas pembiayaan dan keberlanjutan sektor keuangan.

Dengan dukungan pendanaan perbankan dan pemanfaatan teknologi digital, kolaborasi kedua industri diharapkan dapat memperluas akses modal bagi masyarakat serta mendukung kebutuhan pembiayaan sektor riil di Indonesia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Vicky Shu Buka Suara soal Teror Pinjol, Foto KTP dan Gambar Tak Pantas Dikirim

DCNwes, Jakarta — Penyanyi Vicky Shu mengaku mendapat teror...

73 Persen Ekonom Nilai Lapangan Kerja Indonesia Memburuk, Pulung Agustanto: Evaluasi Kebijakan Pemerintah

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi IX DPR RI dari...

OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat dengan Literasi Keuangan dan Kecakapan Digital

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar...

Hari Sumpah Pemuda 2026, Mukhtarudin Ajak PMI di Seluruh Dunia Jaga Nama Baik Indonesia

DCNews, Jakarta - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)...