DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di jaringan Pegadaian kembali menguat pada perdagangan Rabu pagi (pukul 08.04 WIB), mencerminkan tren kenaikan harga logam mulia di pasar domestik. Berdasarkan laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS tercatat Rp3.099.000 per gram, sementara Galeri24 berada di level Rp3.085.000 per gram.
Kenaikan ini melanjutkan penguatan dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Pada perdagangan Selasa pagi, emas UBS dibanderol Rp3.078.000 per gram dan Galeri24 Rp3.063.000 per gram. Dengan demikian, masing-masing produk mencatat kenaikan Rp21.000 dan Rp22.000 per gram dalam 24 jam terakhir.
Pegadaian menegaskan bahwa harga jual emas UBS dan Galeri24 dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah.
Sementara itu, harga emas produksi Aneka Tambang atau Antam di laman resmi Logam Mulia diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.
Rincian Harga Emas Galeri24
Emas Galeri24 dijual dalam berbagai ukuran, mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Berikut daftar harganya:
- 0,5 gram: Rp1.618.000
- 1 gram: Rp3.085.000
- 2 gram: Rp6.094.000
- 5 gram: Rp15.123.000
- 10 gram: Rp30.167.000
- 25 gram: Rp75.012.000
- 50 gram: Rp149.905.000
- 100 gram: Rp299.662.000
- 250 gram: Rp747.315.000
- 500 gram: Rp1.494.629.000
- 1.000 gram: Rp2.989.256.000
Rincian Harga Emas UBS
Emas UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, dengan rincian sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp1.675.000
- 1 gram: Rp3.099.000
- 2 gram: Rp6.150.000
- 5 gram: Rp15.197.000
- 10 gram: Rp30.235.000
- 25 gram: Rp75.438.000
- 50 gram: Rp150.567.000
- 100 gram: Rp301.015.000
- 250 gram: Rp752.317.000
- 500 gram: Rp1.502.867.000
Analisis Pasar: Safe Haven Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
Penguatan harga emas domestik sejalan dengan tren global yang masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Emas secara historis dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) saat volatilitas pasar meningkat, terutama ketika tekanan inflasi dan fluktuasi suku bunga membayangi prospek pertumbuhan ekonomi.
Selain faktor global, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga emas di dalam negeri. Ketika rupiah melemah, harga emas domestik cenderung terdorong naik karena transaksi emas internasional menggunakan denominasi dolar AS.
Di sisi permintaan, momentum awal tahun biasanya diwarnai peningkatan minat masyarakat terhadap emas batangan sebagai instrumen lindung nilai jangka menengah dan panjang. Produk dengan denominasi kecil, seperti 0,5 gram hingga 5 gram, tetap menjadi favorit investor ritel karena lebih likuid dan terjangkau.
Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, bergantung pada arah kebijakan suku bunga bank sentral global dan perkembangan tensi geopolitik. Namun dalam horizon jangka panjang, emas dinilai tetap menarik sebagai instrumen diversifikasi portofolio. ***

