DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global bergerak variatif pada perdagangan hari ini, Kamis (19/2/2026) dipengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat, dinamika harga energi, serta sikap hati-hati investor menunggu arah kebijakan moneter bank sentral utama. Emas masih bertahan di level tinggi, minyak stabil, sementara indeks saham teknologi AS melanjutkan fase konsolidasi.
Berikut rangkuman pergerakan sejumlah instrumen utama:
Gold – Bertahan di Tengah Penguatan Dolar
Harga emas dunia bergerak stabil di kisaran level tinggi setelah reli pada sesi sebelumnya. Permintaan aset lindung nilai (safe haven) masih menopang harga, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global dan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga oleh Federal Reserve.
Di dalam negeri, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengikuti tren global dengan kecenderungan stabil menguat, mencerminkan respons terhadap harga spot internasional dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Selama dolar AS tetap kuat dan imbal hasil obligasi stabil, kenaikan emas berpotensi terbatas. Namun, ketegangan geopolitik dan permintaan lindung nilai masih menjadi penopang utama.
Oil – Stabil di Tengah Kekhawatiran Pasokan
Harga minyak mentah relatif stabil setelah sempat menguat akibat kekhawatiran gangguan pasokan global. Pasar mempertimbangkan dua faktor utama: risiko geopolitik yang menopang harga dan perlambatan permintaan global yang membatasi kenaikan lebih lanjut.
Minyak cenderung bergerak dalam rentang (sideways) jangka pendek. Sentimen akan sangat dipengaruhi data persediaan AS dan perkembangan konflik di kawasan produsen utama.
EUR/USD – Euro Tertekan Dolar Kuat
Pasangan EUR/USD bergerak terbatas dengan kecenderungan tertekan. Dolar AS menguat setelah risalah kebijakan moneter menunjukkan pendekatan hati-hati dari Federal Reserve terhadap pelonggaran suku bunga.
Sementara itu, pasar masih menunggu kejelasan arah kebijakan dari European Central Bank di tengah perlambatan ekonomi kawasan euro.
Selama ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi lebih lama (higher for longer), tekanan terhadap euro berpotensi berlanjut.
GBP/USD – Pound Melemah Moderat
Poundsterling bergerak melemah tipis terhadap dolar AS. Minimnya katalis domestik dari Inggris membuat pergerakan pasangan ini lebih didorong oleh sentimen dolar global.
Tekanan jangka pendek masih condong ke bawah, kecuali muncul data ekonomi Inggris yang lebih kuat dari perkiraan.
USD/JPY – Yen Tertekan
USD/JPY bergerak menguat, mencerminkan pelemahan yen Jepang. Perbedaan arah kebijakan moneter antara AS dan Jepang masih menjadi faktor dominan, dengan suku bunga AS yang relatif lebih tinggi menopang dolar.
Namun, selama kebijakan moneter Jepang tetap longgar, potensi penguatan dolar terhadap yen masih terbuka.
Nasdaq – Sektor Teknologi Bertahan Positif
Indeks Nasdaq melanjutkan konsolidasi dengan kecenderungan positif, ditopang saham-saham teknologi dan sentimen optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Namun volatilitas masih tinggi seiring investor mencermati arah kebijakan suku bunga.
Selama imbal hasil obligasi AS tidak melonjak tajam, sektor teknologi berpeluang mempertahankan momentum. Namun risiko koreksi teknikal tetap ada setelah reli sebelumnya.
Kesimpulan Analisis Pasar
Perdagangan Kamis menunjukkan pasar berada dalam fase transisi dan wait and see. Dolar AS menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan lintas aset:
- Emas bertahan kuat sebagai lindung nilai, tetapi dibatasi dolar yang solid.
- Minyak stabil dengan risiko geopolitik sebagai penopang utama.
- Mayoritas mata uang utama tertekan terhadap dolar.
- Saham teknologi tetap resilien, namun sensitif terhadap kebijakan suku bunga.
Arah pasar selanjutnya akan sangat ditentukan oleh data inflasi, tenaga kerja AS, serta sinyal lanjutan dari bank sentral global dalam beberapa pekan ke depan. ***

