Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun di Awal Ramadhan 2026, Investor Cermati Peluang Beli

Date:

DCNews, Jakarta— Harga emas batangan di Pegadaian kompak melemah pada awal Ramadhan 1447 Hijriah. Berdasarkan laman resmi Sahabat Pegadaian yang dipantau Kamis (19/2/2026) pukul 07.05 WIB, emas produksi UBS dibanderol Rp2.929.000 per gram, sementara emas Galeri24 berada di level Rp2.915.000 per gram.

Penurunan ini terjadi dibandingkan harga sehari sebelumnya. Pada perdagangan Rabu pagi, emas UBS dijual Rp2.958.000 per gram dan Galeri24 Rp2.943.000 per gram. Artinya, kedua produk tersebut turun masing-masing Rp29.000 dan Rp28.000 per gram.

Harga jual emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah.

Rincian Harga Emas Galeri24

Produk Galeri24 tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Berikut daftar harga:

  • 0,5 gram: Rp1.529.000
  • 1 gram: Rp2.915.000
  • 2 gram: Rp5.758.000
  • 5 gram: Rp14.288.000
  • 10 gram: Rp28.501.000
  • 25 gram: Rp70.868.000
  • 50 gram: Rp141.624.000
  • 100 gram: Rp283.108.000
  • 250 gram: Rp706.031.000
  • 500 gram: Rp1.412.061.000
  • 1.000 gram: Rp2.824.121.000
Rincian Harga Emas UBS

Emas UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram dengan rincian sebagai berikut:

  • 0,5 gram: Rp1.583.000
  • 1 gram: Rp2.929.000
  • 2 gram: Rp5.812.000
  • 5 gram: Rp14.363.000
  • 10 gram: Rp28.575.000
  • 25 gram: Rp71.297.000
  • 50 gram: Rp142.302.000
  • 100 gram: Rp284.492.000
  • 250 gram: Rp711.020.000
  • 500 gram: Rp1.420.372.000

Sementara itu, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam di laman resmi Logam Mulia biasanya diperbarui setelah pukul 08.30 WIB setiap harinya.

Analisis Pasar: Imbas Terjadinya Fluktuasi

Penurunan harga emas pada awal Ramadhan ini terjadi di tengah fluktuasi harga emas global dan pergerakan dolar AS. Secara historis, periode menjelang dan selama Ramadhan cenderung diwarnai peningkatan kebutuhan likuiditas masyarakat, yang bisa memicu aksi jual jangka pendek.

Namun, dari sisi investasi, koreksi harga sering kali dipandang sebagai momentum akumulasi, terutama bagi investor ritel yang menargetkan lindung nilai (hedging) terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global. Jika tekanan eksternal seperti penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi mereda, harga emas berpotensi kembali menguat dalam jangka menengah.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan harga emas dunia, kebijakan suku bunga bank sentral, serta pergerakan nilai tukar rupiah sebelum mengambil keputusan investasi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Senator Graal Dorong “Politik Gagasan” untuk Atasi Krisis Demokrasi di Indonesia

DCNews, Ternate — Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kualitas demokrasi...

KPPU Denda 97 Fintech Rp 755 Miliar, Amartha Ajukan Banding Sengketa Suku Bunga Pinjol

DCNews, Jakarta — Sengketa besar mengguncang industri pinjaman online Indonesia...

Modus Baru Debt Collector: Pesan Ambulans Fiktif untuk Tagih Utang, Sopir di Jakarta Jadi Korban

DCNews, Jakarta — Panggilan darurat yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru...

Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswa FH UI, Habiburokhman: Jangan Berhenti di Forum Kampus

DCNews, Jakarta — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman...