Fenomena Maraknya pinjol saat Ramadan Cenderung Dipengaruhi Oleh Rasa FOMO

Date:

DCNews, Jakarta – Penyaluran pinjaman online (pinjol) tercatat meningkat selama bulan Ramadan. Bahkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tren kenaikan pinjol terjadi dalam dua tahun berturut-turut, yakni pada Ramadan 2024 dan 2025, dengan penyaluran yang masih didominasi pendanaan konsumtif.

Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University, Dr Ranti Wiliasih, menjelaskan bahwa fenomena maraknya pinjol saat Ramadan cenderung dipengaruhi oleh rasa FOMO (fear of missing out), keinginan mengikuti tren, serta kecenderungan meniru gaya hidup orang lain.

“Sebagian besar pinjol digunakan untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif, sehingga berpotensi menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari,” ungkapnya, melakui keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan, “Pinjaman konsumtif seharusnya dihindari, kecuali dalam kondisi mendesak seperti kebutuhan medis, musibah, atau bencana.”

Menurut Dr Ranti, pinjol yang awalnya dianggap sebagai solusi justru dapat menjadi sumber masalah baru ketika peminjam tidak mampu melunasi kewajibannya tepat waktu karena adanya kebutuhan lain yang lebih mendesak.

“Masalah semakin bertambah ketika bunga pinjaman meningkat, sehingga utang semakin membengkak. Proses penagihan yang tidak etis, seperti pencemaran nama baik, penyebaran informasi pribadi, dan teror, dapat terjadi,” tambahnya.

Dr Ranti juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan finansial masing-masing. “Jangan malu jika gaya hidup kita berbeda dari orang lain. Justru mestinya malu jika berutang untuk hal-hal tidak penting hanya karena ingin terlihat keren,” pesannya.

Bagi masyarakat yang sudah terlanjur terjebak pinjol, ia menyarankan mencari alternatif pinjaman tanpa bunga dengan jangka waktu pelunasan yang lebih panjang untuk menutup utang pinjol tersebut.

“Pinjaman talangan ini bisa meringankan beban dan memberi ketenangan sementara, karena terjebak pinjol dapat sangat mengganggu dan merusak kesehatan mental,” jelasnya.

Ia menutup dengan mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup sesuai kemampuan agar keuangan tetap sehat dan hati lebih tenang. “Karena hanya dengan ketenangan kita akan selalu bersyukur kepada Allah Swt,” pungkasnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Senator Graal Dorong “Politik Gagasan” untuk Atasi Krisis Demokrasi di Indonesia

DCNews, Ternate — Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kualitas demokrasi...

KPPU Denda 97 Fintech Rp 755 Miliar, Amartha Ajukan Banding Sengketa Suku Bunga Pinjol

DCNews, Jakarta — Sengketa besar mengguncang industri pinjaman online Indonesia...

Modus Baru Debt Collector: Pesan Ambulans Fiktif untuk Tagih Utang, Sopir di Jakarta Jadi Korban

DCNews, Jakarta — Panggilan darurat yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru...

Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswa FH UI, Habiburokhman: Jangan Berhenti di Forum Kampus

DCNews, Jakarta — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman...