Pinjaman Online di Sumut Tumbuh 39 Persen, OJK Catat Pembiayaan Tembus Rp3,3 Triliun

Date:

DCNews, Jakarta — Aktivitas pinjaman online (pinjol) di Sumatera Utara terus menunjukkan laju pertumbuhan yang kuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan industri pinjaman daring di provinsi ini mencapai Rp3,3 triliun per Agustus 2025, atau tumbuh 39,21 persen secara tahunan (year on year/YoY), mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan masyarakat sekaligus stabilitas sektor keuangan daerah.

Kepala Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien mengatakan, pertumbuhan tersebut masih berada dalam koridor yang terjaga dari sisi risiko. Tingkat wanprestasi pinjaman daring atau TWP90—rasio kredit bermasalah dengan keterlambatan di atas 90 hari—tercatat sebesar 1,60 persen.

“Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan per Agustus 2025 mencapai Rp3,3 triliun, meningkat 39,21 persen secara YoY dengan tingkat wanprestasi yang tetap terkendali,” ujar Khoirul dalam keterangan di Medan, Rabu (14/1/2026).

Tak hanya pinjaman online, OJK juga mencatat kinerja positif pada industri modal ventura di Sumatera Utara. Pembiayaan yang umumnya menyasar perusahaan rintisan dan usaha berbasis inovasi tersebut tercatat sebesar Rp685,1 miliar per Oktober 2025. Angka ini melonjak 54,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) berada di level 7,04 persen.

“Industri modal ventura tumbuh signifikan dan menunjukkan peran penting dalam mendukung pengembangan usaha rintisan serta sektor produktif di daerah,” kata Khoirul.

Sektor pergadaian swasta juga mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang cukup tajam. Hingga September 2025, penyaluran pembiayaan pergadaian swasta di Sumatera Utara mencapai Rp126 miliar, atau meningkat 51,87 persen secara tahunan. OJK menilai lonjakan ini turut didorong oleh semakin banyaknya perusahaan gadai swasta yang telah mengantongi izin resmi.

“Pertumbuhan pergadaian swasta sejalan dengan upaya OJK mendorong perizinan dan penguatan tata kelola perusahaan gadai swasta,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Khoirul menilai kinerja berbagai sektor lembaga pembiayaan di Sumatera Utara masih solid dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. Pertumbuhan pembiayaan dinilai mampu memperluas akses keuangan masyarakat serta menopang aktivitas ekonomi di tengah dinamika ekonomi nasional.

“Kinerja sektor lembaga pembiayaan di Sumatera Utara tetap terjaga dan berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Pimpin Grup A Usai Taklukkan Afrika Selatan 2-0

DCNews, Jakarta — Tuan rumah Meksiko langsung memimpin klasemen...

Piala Dunia 2026 Resmi Dibuka di Meksiko, Argentina Kembali Puncaki Ranking FIFA

DCNewa, Mexico City— Piala Dunia 2026 resmi dimulai setelah...

Piala Dunia 2026 Resmi Bergulir, Meksiko Hadapi Afrika Selatan pada Laga Pembuka

DCNews, Jakarta — Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan...

Abdullah Minta OJK Bangun Basis Database Nasional Terbuka, untuk Awasi Debt Collector Serta Leasing

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI Abdullah...