Market Brief Rabu, 31 Desember 2025: Emas Menguat, Minyak Melemah, Nasdaq Terkoreksi

Date:

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global menunjukkan aksi pasar yang hati-hati pada Rabu, 31 Desember 2025, di tengah likuiditas yang menipis pada akhir tahun. Kontrak emas rebound setelah penurunan sebelumnya, harga minyak kembali turun menuju rekor kerugian tahunan, pasangan mata uang utama bergerak terbatas, dan indeks Nasdaq serta saham AS berakhir lebih rendah menjelang penutupan buku tahun ini. Sentimen investor dipengaruhi oleh data ekonomi yang lemah, prospek kebijakan moneter, dan perdagangan yang tipis akibat libur akhir tahun.

GOLD (Emas)

Harga emas spot bergerak menguat pada perdagangan hari ini setelah rebound dari penurunan sebelumnya. Emas diperkirakan tetap didukung oleh permintaan safe haven di tengah ketidakpastian pasar akhir tahun dan harapan pelonggaran moneter lanjutan oleh Federal Reserve AS.

Secara teknikal, emas menunjukkan tren bullish jangka pendek dengan potensi konsolidasi sebelum melanjutkan kenaikan, tetapi juga ada risiko koreksi jika support kunci ditembus.

OIL (Minyak)

Harga minyak mentah turun lagi pada akhir 2025, dengan Brent menuju rekor tiga tahun beruntun mengalami kerugian tahunan terbesar dalam sejarah. Penyebabnya adalah pasokan yang masih melampaui permintaan global meskipun adanya ketegangan geopolitik. OPEC+ telah menahan kenaikan produksi tetapi pasar masih memperkirakan kelebihan pasokan pada awal 2026.

EUR/USD

Pasangan EUR/USD bergerak dalam kisaran sempit pada sesi terakhir tahun ini. Dolar AS tetap stabil di tengah data ekonomi yang lemah dan ekspektasi pelonggaran moneter, sementara euro juga mendapat dukungan dari data ekonomi kawasan Eropa yang relatif tenang. Pergerakan terbatas mencerminkan pasar yang berhati-hati dengan fokus pada data ekonomi dan kebijakan bank sentral.

GBP/USD

Pasangan GBP/USD cenderung stabil, dengan Sterling mendapat dukungan dari sentimen risiko global yang membaik dan prospek ekonomi domestik Inggris yang relatif kuat. Namun, likuiditas rendah pada akhir tahun membuat pergerakan harga terbatas. Analisis teknikal menunjukkan bias bullish moderat jika tingkat resistance utama ditembus.

USD/JPY

USD/JPY mengalami koreksi ke bawah setelah beberapa pergerakan naik sebelumnya, dipicu oleh ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin mengadopsi sikap sedikit lebih ketat pada 2026. Yield obligasi AS yang menurun juga menekan daya tarik dolar terhadap yen. Pasangan ini diperkirakan bergerak sideways hingga ada katalis data ekonomi signifikan.

Nasdaq

Indeks Nasdaq Composite berakhir lebih rendah di sesi pra-libur akhir tahun, mencerminkan aksi jual ringan di saham teknologi besar seperti Apple dan Nvidia. Volume perdagangan tetap rendah namun tekanan mild terlihat di sektor teknologi, membatasi kemampuan indeks untuk mempertahankan penguatan tahun ini. Secara keseluruhan, pasar saham AS menunjukkan tren menurun tipis menjelang penutupan tahun 2025.

Kesimpulan Analisis Pasar

Pada akhir tahun 2025, pasar menunjukkan karakteristik hati-hati dengan likuiditas rendah menjelang libur panjang. Emas mendapatkan kembali momentum setelah pembalikan harga, sedangkan minyak tetap tertahan oleh pasokan yang berlebihan. Pasangan mata uang utama bergerak terbatas di kisaran sempit, mencerminkan ketidakpastian arah pasar.

Sementara itu, Nasdaq dan saham teknologi berakhir di zona merah, menandakan potensi koreksi ringan di pasar modal. Investor tampak fokus pada data ekonomi yang akan datang dan keputusan bank sentral untuk mengantisipasi arah kebijakan di 2026. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Piala Dunia 2026 Resmi Bergulir, Meksiko Hadapi Afrika Selatan pada Laga Pembuka

DCNews, Jakarta — Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan...

Abdullah Minta OJK Bangun Basis Database Nasional Terbuka, untuk Awasi Debt Collector Serta Leasing

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI Abdullah...

Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online di Bandung, Hanwha Life Gandeng Save the Children Edukasi 600 Siswa SMK

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya ancaman judi online dan...

Kasus PT Dana Syariah Indonesia: Mantan Petinggi OJK FH Resmi Jadi Tersangka

DCNews, Jakarta - Penyidikan kasus dugaan penipuan investasi dan...