Literasi Geopolitik Kunci, Menyiapkan Generasi Muda Hadapi Masa Depan Global

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah dunia yang kian terfragmentasi oleh rivalitas global dan pergeseran kekuatan internasional, pemahaman geopolitik tidak seharusnya dipandang sebagai isu elitis yang terpisah dari persoalan sehari-hari masyarakat. Justru, literasi geopolitik menjadi fondasi penting untuk memahami arah masa depan bangsa, terutama bagi generasi muda Indonesia.

Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menegaskan bahwa isu geopolitik berkaitan langsung dengan cara dunia bekerja, mulai dari ekonomi, keamanan, hingga kualitas hidup masyarakat ke depan.

“Pemahaman geopolitik akan membuat kita mengerti bagaimana dunia bergerak dan bagaimana keputusan global hari ini menentukan kehidupan kita di masa depan,” kata Mahfuz dalam keterangan pers, Sabtu (20/12/2025).

Mahfuz menjelaskan, negara-negara maju telah lama menanamkan kesadaran geopolitik kepada generasi mudanya sejak usia dini. Pendidikan tersebut tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga diarahkan untuk membangun visi kolektif tentang cita-cita besar bangsa.

“Mereka membangun kemajuan negara dengan menanamkan sejak awal tujuan besar nasional kepada anak-anak muda. Kesadaran kolektif itu diyakinkan betul sebagai arah perjalanan hidup mereka ke depan,” ujarnya.

Menurut Mahfuz, pendekatan inilah yang mendorong Partai Gelora Indonesia secara konsisten mengangkat isu geopolitik dalam ruang-ruang diskusi publik. Salah satunya melalui Kajian Pengembangan Wawasan yang rutin digelar setiap Jumat malam, dengan geopolitik sebagai tema utama.

Ia menilai, dinamika global saat ini bergerak jauh lebih cepat dan kompleks dibandingkan dekade sebelumnya. Persaingan antarnegara, konflik kawasan, hingga perubahan tatanan ekonomi global menuntut Indonesia memiliki generasi yang mampu membaca peta dunia secara utuh.

“Dunia terus berubah cepat. Hubungan antarnegara dan persaingan geopolitik semakin rumit. Indonesia harus mampu memosisikan diri secara tepat di tengah perubahan itu,” kata Mahfuz.

Mantan Ketua Komisi I DPR periode 2005–2010 itu menekankan pentingnya membedah strategi dan arah baru politik global dari perspektif kebangsaan dan peradaban Indonesia. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor yang memahami konteks dan kepentingan nasional.

“Kita perlu perspektif segar, analisis tajam, dan wawasan baru tentang politik global yang relevan bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Penentu Kualitas Hidup Bangsa

Mahfuz juga mengaitkan urgensi literasi geopolitik dengan momentum bonus demografi yang tengah dialami Indonesia. Dominasi usia produktif dalam struktur penduduk dinilainya sebagai peluang strategis sekaligus tantangan besar.

“Generasi muda inilah yang akan menentukan nasib dan kualitas hidup kita—baik sebagai individu, keluarga, maupun bangsa,” kata Mahfuz.

Ia menegaskan, bonus demografi dapat menjadi jalan menuju kemajuan apabila disertai kesiapan wawasan, karakter, dan orientasi masa depan yang jelas. Tanpa itu, peluang tersebut justru berpotensi menjadi beban sosial.

“Itulah sebabnya Partai Gelora terus mengajak semua pihak berdiskusi tentang geopolitik. Kita ingin membawa generasi muda menuju masa depan yang lebih besar, karena merekalah penentu arah bangsa dan negara ini,” pungkasnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Piala Dunia 2026 Resmi Bergulir, Meksiko Hadapi Afrika Selatan pada Laga Pembuka

DCNews, Jakarta — Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan...

Abdullah Minta OJK Bangun Basis Database Nasional Terbuka, untuk Awasi Debt Collector Serta Leasing

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI Abdullah...

Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online di Bandung, Hanwha Life Gandeng Save the Children Edukasi 600 Siswa SMK

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya ancaman judi online dan...

Kasus PT Dana Syariah Indonesia: Mantan Petinggi OJK FH Resmi Jadi Tersangka

DCNews, Jakarta - Penyidikan kasus dugaan penipuan investasi dan...