BI Soroti Kredit Nganggur Rp10.537 Triliun di Perbankan: Sinyal Lesunya Sektor Riil dan Korporasi Andalkan Dana Internal

Date:

DCNews, Jakarta — Bank Indonesia mengeluarkan peringatan keras mengenai melonjaknya jumlah kredit menganggur (undisbursed loan) di perbankan nasional, yang kini mencapai lebih dari empat kali lipat kredit yang betul-betul dicairkan. Lonjakan ini dipandang sebagai indikator kuat bahwa sektor riil masih belum pulih sepenuhnya, dan perusahaan besar memilih menahan ekspansi sambil mengandalkan kas internal.

Dalam paparannya di hadapan Komisi IV DPD RI, sebagaimana dikutip DCNews, Selasa (18/11/2025) Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan ketidakseimbangan mencolok antara kredit yang disetujui bank dan kredit yang benar-benar digunakan oleh dunia usaha.

Dari total plafon kredit yang tersedia, lanjut Perry, dana yang telah dicairkan baru mencapai Rp2.374 triliun. Sementara itu, kredit menganggur yang belum ditarik nasabah mencapai Rp10.537 triliun. “Fenomena undisbursed loan ini menandakan adanya masalah di sektor riil. Kredit sudah diberikan perbankan, tapi plafonnya belum digunakan semuanya. Permintaan dari sektor riil masih lemah,” ujarnya.

Menurut BI, hanya sekitar 22,5 persen dari fasilitas kredit yang benar-benar terserap. Sisanya mengendap, terutama pada sektor yang biasanya menjadi motor ekonomi—industri pengolahan, pertanian, perdagangan, dan jasa dunia usaha.

Korporasi Besar Pilih Pakai Dana Internal

Tingginya kredit menganggur juga dipicu perubahan strategi pendanaan korporasi. Perry menuturkan bahwa perusahaan besar kini lebih banyak mengandalkan dana internal ketimbang menarik kredit bank, terutama bagi kelompok usaha yang neracanya masih kuat.

Pembiayaan internal korporasi meningkat cukup signifikan: dari Rp3.256 triliun pada 2020, diproyeksikan naik menjadi Rp5.066 triliun pada 2025.

“Sejumlah korporasi belum mau menggunakan kreditnya karena dana internal masih cukup. Ini sinyal bahwa prospek ekonomi perlu diperbaiki,” katanya.

Kredit Produktif Paling Banyak Menganggur

BI juga menyoroti rasio kredit menganggur terhadap total plafon kredit (UL/plafon) yang masih tinggi, terutama pada kredit produktif. Secara agregat rasio UL/plafon berada di 22,54 persen.

Kredit Modal Kerja (KMK) menunjukkan tingkat kredit menganggur paling menonjol dengan rasio 33,79 persen. Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa dunia usaha masih berhati-hati melakukan ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Apa Itu Undisbursed Loan?

Undisbursed loan adalah kredit yang telah disetujui bank namun belum ditarik oleh debitur. Secara sederhana, ini adalah dana pinjaman yang “menganggur” karena belum digunakan oleh peminjam.

BI menilai lamanya dana ini mengendap menunjukkan bahwa peminjam, baik korporasi maupun pelaku sektor riil lainnya, belum melihat urgensi atau prospek bisnis yang cukup kuat untuk memanfaatkan fasilitas kredit mereka. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Perkuat Diplomasi Parlemen, Irine Roba: Kampus Jadi Mitra Strategis Kebijakan Nasional

DCNews, Jakarta — Upaya menjembatani hasil diplomasi parlemen dengan...

Market Brief Hari Ini, Jumat 1 Mei 2026: Emas Menguat, Minyak Fluktuatif, Nasdaq Tertekan di Tengah Ketidakpastian Global

DCNews, Jakarta — Pergerakan pasar global pada Jumat (1/5/2026) menunjukkan...

May Day 2026 di Jakarta: Monas Jadi Pusat Aksi, Polisi Prediksi Kemacetan Seharian

DCNews, Jakarta — Ribuan buruh diperkirakan akan memadati kawasan Monumen...

Harga Emas Hari Ini 1 Mei 2026: UBS dan Galeri24 Naik, Antam Justru Turun

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan melalui platform Sahabat...