Harga Emas Melonjak, Laba Emiten Emas Nasional Meroket hingga 197 Persen Sepanjang 2025

Date:

DCNews, Jakarta — Kinerja perusahaan-perusahaan emas Tanah Air mencatatkan lonjakan tajam sepanjang sembilan bulan pertama 2025, seiring dengan reli harga emas global dan domestik yang terus menembus rekor baru. Data perdagangan Jumat (31/10/2025) menunjukkan, harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp42.000 menjadi Rp2.305.000 per gram, sementara harga pembelian kembali (buyback) turut menguat ke Rp2.170.000 per gram.

Kenaikan harga tersebut mendorong optimisme pasar terhadap sektor logam mulia dan tercermin dari kinerja sejumlah emiten besar yang berhasil mencetak pertumbuhan laba signifikan.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), produsen perhiasan emas nasional, melaporkan lonjakan laba bersih 90,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp575,75 miliar hingga akhir kuartal III-2025, dari Rp301,91 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan bersih perusahaan ikut terdongkrak 89,56 persen yoy menjadi Rp25,19 triliun.

Kontributor terbesar penjualan HRTA berasal dari segmen grosir senilai Rp20,92 triliun, disusul penjualan ritel Rp4,16 triliun, gadai emas Rp97,66 miliar, jasa pemurnian Rp8,78 miliar, dan penjualan rekanan Rp606,94 juta. Meski beban pokok penjualan meningkat 92,16 persen yoy menjadi Rp24 triliun, laba kotor perusahaan masih naik 48,81 persen menjadi Rp1,18 triliun. Laba per saham pun melonjak dari Rp65,56 menjadi Rp125,02.

Sementara itu, emiten tambang pelat merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan lonjakan laba bersih 197 persen yoy menjadi Rp6,61 triliun hingga kuartal III-2025, dibandingkan Rp2,23 triliun pada periode sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan tumbuh 67 persen yoy menjadi Rp72,03 triliun, didorong penjualan emas, nikel, dan bauksit.

Berikut grafik yang menampilkan perbandingan laba bersih emiten emas nasional pada kuartal III-2025. Terlihat bahwa Aneka Tambang (ANTM) mencatatkan laba tertinggi di antara perusahaan lain, diikuti oleh United Tractors (UNTR) dan Hartadinata Abadi (HRTA), sementara Archi Indonesia (ARCI) juga menunjukkan pemulihan signifikan pasca rugi tahun lalu. (DCNews)

Hasil Strategi Hilirisasi

Direktur Utama ANTM Achmad Ardianto menyebut, pertumbuhan tersebut merupakan hasil strategi hilirisasi berkelanjutan serta efisiensi operasional. “Segmen emas menjadi kontributor utama, sekitar 81 persen dari total penjualan perusahaan,” ujarnya. Nilai penjualan emas tercatat mencapai Rp58,67 triliun, naik 64 persen yoy, dengan pangsa pasar domestik mendominasi hingga 96 persen dari total penjualan bersih.

Kinerja mengesankan juga datang dari PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang membalikkan kerugian menjadi keuntungan besar. Emiten tambang emas ini membukukan laba bersih US$70,47 juta atau melonjak 1.911 persen yoy dari rugi US$3,89 juta pada tahun sebelumnya. Pendapatan naik 52,67 persen menjadi US$328,7 juta, dengan laba usaha melejit ke US$138,34 juta dari US$26,5 juta.

Total aset ARCI naik menjadi US$953,18 juta dari US$865,39 juta, sedangkan ekuitas meningkat ke US$343,95 juta. Lompatan ini menandai pemulihan solid setelah tekanan harga dan biaya produksi pada 2024.

Adapun PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya di sektor tambang emas juga membukukan pertumbuhan signifikan. Dari total pendapatan bersih Rp100,5 triliun hingga kuartal III-2025, segmen pertambangan emas dan mineral berkontribusi Rp10,3 triliun, naik 53 persen yoy. Kinerja positif ini membantu menutup pelemahan di bisnis kontraktor tambang dan batu bara akibat curah hujan tinggi serta melemahnya harga batu bara global.

Secara keseluruhan, reli harga emas sepanjang 2025 menjadi katalis utama bagi kebangkitan industri logam mulia Indonesia. Dari produsen perhiasan seperti Hartadinata Abadi, hingga raksasa tambang seperti Aneka Tambang, Archi Indonesia, dan United Tractors—semuanya menikmati limpahan berkah dari emas yang kembali bersinar di pasar global. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Fahri Hamzah: Pengelolaan SDA Jadi Kunci Jaminan Sosial dan Keadilan Ekonomi

DCNews, Jakarta — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal pengelolaan...

Reses di Lampung, Sudin Soroti Ancaman Pinjol Ilegal yang Kian Menjerat Warga Desa

DCNews, Bandar Lampung — Maraknya pinjaman online ilegal yang menjerat...

Fenomena FOMO dan Paylater Jerat Mahasiswa, Literasi Keuangan Jadi Kunci

DCNews, Malang— Di tengah pesatnya penetrasi layanan keuangan digital,...

May Day 2026 Berlangsung Kondusif, Habib Aboe Bakar Apresiasi Pendekatan Humanis Polri

DCNews, Jakarta — Di tengah kekhawatiran akan potensi gesekan dalam...