1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Menkeu Purbaya: Kebijakan Fiskal Terbukti Prudent, Ekonomi Menuju Pertumbuhan 8 Persen

Date:

DCMews, Jakarta — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan fiskal dan arah perekonomian nasional pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan hasil yang positif dan terukur. Ia menegaskan, meski baru bergabung di Kabinet Merah Putih pada September 2025, arah kebijakan fiskal yang hati-hati atau prudent policy tetap terjaga dengan baik.

“Defisit APBN tetap dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB, sementara rasio utang masih jauh di bawah batas aman, bahkan di bawah 40 persen,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Kamis (16/10/2025).

Menurut Purbaya, capaian tersebut mencerminkan kehati-hatian pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi. Ia menilai kebijakan ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo bersifat pro rakyat, terutama dengan fokus memperlancar sirkulasi dana di sektor perbankan agar lebih produktif.

Salah satu langkah nyata, lanjutnya, adalah penyaluran dana sebesar Rp200 triliun ke bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk mendorong peningkatan kredit produktif ke sektor riil. “Sebelumnya dana sempat menumpuk di bank sentral. Tapi sekarang sudah diperbaiki. Ke depan seharusnya perekonomian akan semakin baik,” katanya.

Mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu juga menegaskan optimismenya terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo. Ia menilai target tersebut realistis jika pemerintah mampu menjaga momentum pertumbuhan secara bertahap.

“Sekarang ekonomi masih di kisaran 5 persen. Harapan kami triwulan IV tahun ini bisa mencapai 5,5 persen, didorong oleh penyaluran dana ke perbankan,” jelasnya. “Mungkin dua tahun depan bisa di kisaran 6 persen, dan menjelang akhir pemerintahan, target 8 persen bisa tercapai.”

Purbaya menilai, kombinasi antara disiplin fiskal, dorongan terhadap sektor riil, serta kebijakan moneter yang sinkron akan menjadi kunci keberhasilan pemerintah Prabowo-Gibran dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Tak Hanya SPT, DJP Turut Relaksasi Pembayaran PPh Pasal 29 WP Badan

DCNews, Jakarta - Ditjen Pajak (DJP) memutuskan untuk turut merelaksasi...

Percepat Inklusi Keuangan 2026, Banjarnegara Genjot UMKM hingga Edukasi Lawan Pinjol Ilegal

DCNews, Banjarnegara — Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mempercepat perluasan akses keuangan...

Coretax Bermasalah di Hari Terakhir SPT, DPR Khawatir Kepatuhan Wajib Pajak Menurun

DCNews, Jakarta — Di tengah tenggat pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan...

Tragedi Kereta Bekasi Timur, Sujatmiko Soroti Sistem Keselamatan dan Perlintasan Ilegal

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mendesak...