DCNews, Jakarta — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri, menilai satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil melalui program Sekolah Rakyat. Menurutnya, program ini bukan sekadar inovasi pendidikan, melainkan strategi konkret memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (16/10/2025), Abidin menyebut Sekolah Rakyat telah berhasil mendirikan 165 sekolah rintisan dengan total 9.700 siswa dari keluarga miskin ekstrem. Fasilitas pendidikan gratis itu mencakup asrama, makan, seragam, dan kebutuhan dasar lainnya.
“Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo telah membuktikan keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil. Melalui Sekolah Rakyat, kita tidak hanya mendidik anak-anak dari keluarga pra-sejahtera, tetapi juga menyiapkan generasi unggul yang mampu mengangkat ekonomi keluarga dan bangsa,” ujar Abidin.
Ia menegaskan, program tersebut sejalan dengan amanat UUD 1945 untuk meningkatkan kesejahteraan umum, serta menjadi langkah strategis dalam pemberdayaan sosial.
Abidin juga menyoroti sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat, termasuk pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan penyaluran manfaat yang tepat sasaran.
“Kami di DPR RI mendorong agar program ini terus diperluas, dengan target 100 sekolah baru setiap tahun. Karena itu, sinergi antara Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PUPR, serta pemerintah daerah sangat penting untuk mempercepat pembangunan sekolah,” katanya.
Selain memperkuat akses pendidikan, Sekolah Rakyat juga mengintegrasikan teknologi pembelajaran digital melalui penggunaan smart board, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Abidin menegaskan, Komisi VIII DPR RI akan terus mengawasi penggunaan anggaran agar pelaksanaan program berlangsung transparan dan tepat guna.
“Pendidikan adalah hak dasar setiap anak bangsa. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintahan Prabowo telah membuka harapan baru bagi ribuan keluarga miskin,” tutup Abidin Fikri. ***

