Asep Dahlan: Terjerat Utang Pinjol Bukan Akhir, Ini Cara Realistis Menyelesaikannya

Date:

DCNews, Jakarta — Fenomena pinjaman online yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir telah menyisakan persoalan serius di tengah masyarakat. Di balik kemudahan mengakses dana cepat, ribuan orang justru terjebak dalam jerat utang berbunga tinggi. Awalnya hanya meminjam satu-dua juta rupiah untuk kebutuhan mendesak, namun seiring waktu, bunga menumpuk, tekanan mental meningkat, dan hidup terasa makin sempit.

Konsultan keuangan Asep Dahlan melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/6/2025), memandang persoalan ini bukan semata perkara uang, melainkan juga cerminan dari rendahnya literasi keuangan masyarakat dan absennya strategi penyelamatan yang manusiawi.

Ia kerap mendampingi klien yang bukan hanya kesulitan membayar, tetapi juga dihantui ancaman debt collector, bahkan berpikir untuk menyerah pada keadaan. Bahkan, Asep Dahlan kerap mengingatkan kalau utang pinjol bukan akhir hidup, tapi harus dihadapi dengan kepala dingin, bukan panik, apalagi lari.

Pendiri Dahlan Consultant itu menjelaskan bahwa langkah pertama dalam mengatasi jerat pinjol adalah kejujuran terhadap kondisi keuangan sendiri. Nasabah perlu mencatat secara rinci semua utang yang dimiliki, mulai dari jumlah, suku bunga, hingga denda yang dikenakan.

“Hal ini penting untuk memberikan gambaran utuh sebelum mengambil keputusan strategis,” kata Asep Dahlan seraya menyarankan agar nasabah fokus terlebih dahulu membayar pinjol legal yang terdaftar dan diawasi OJK.

Adapun pinjol ilegal, menurutnya, tak perlu dibayar karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan kerap menggunakan cara-cara teror untuk menekan peminjam. “Laporkan pinjol ilegal ke Satgas Waspada Investasi atau langsung ke OJK. Jangan tunduk pada ancaman mereka,” kata pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu lagi.

Di sisi lain, lanjut Asep Dahlan, komunikasi dengan pihak pemberi pinjaman legal menjadi kunci penting dalam proses penyelamatan, dimana nasabah bisa mengajukan restrukturisasi, seperti perpanjangan masa pembayaran atau pengurangan bunga.

Dalam beberapa kasus, Asep juga menganjurkan konsolidasi utang agar beban bunga dapat ditekan. Yang paling penting adalah hentikan kebiasaan menggali lubang untuk menutup lubang.

“Jangan lagi ambil pinjol baru untuk bayar yang lama. Itu seperti menyalakan api di gudang bensin,” ujarnya yang mendorong nasabah untuk mulai membangun ulang arus kas, baik dengan mencari tambahan penghasilan dari kerja paruh waktu, menjual barang tak terpakai, maupun memangkas pengeluaran konsumtif yang tidak penting.

Bagi mereka yang merasa tidak mampu menyusun strategi sendiri, Asep menyarankan agar segera mencari pendamping. Lembaga seperti OJK, konsultan keuangan independen, atau komunitas literasi keuangan bisa menjadi mitra dalam proses pemulihan. “Ini bukan perjuangan yang harus dilalui sendirian,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi keuangan sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, utang bukan sekadar soal uang, tetapi soal perilaku, kebiasaan, dan pengetahuan. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk mengikuti pelatihan daring, webinar keuangan, hingga konten edukatif yang kini mudah diakses di media sosial.

Jika semua upaya negosiasi gagal, solusi alternatif bisa ditemukan lewat koperasi syariah berbasis komunitas. Di sana, nasabah dapat mengajukan pinjaman lunak non-riba untuk melunasi utang legal, dengan skema cicilan yang lebih ringan dan tanpa bunga.

“Keluar dari jerat pinjol bukan mustahil. Tapi dibutuhkan komitmen, edukasi, dan keberanian untuk berubah,” pungkas Asep Dahlan. Meski tak ada jalan pintas, langkah-langkah yang realistis dan terencana terbukti mampu mengembalikan kendali finansial bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin lepas dari jeratan utang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Habib Aboe Bakar Silaturahmi dengan 18 Ulama di Madura

DCNews, Madura — Polemik yang sempat berkembang antara anggota...

Fakta Baru Pembunuhan di Lampung Selatan, Ternyata Pelaku Terjerat Pinjol dan Judi Online

DCNews, Lampung Selatan — Suara teriakan minta tolong yang...

Posisi Strategis Sekretaris Kabinet

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Menteri PKP, juga Wakil Ketua...

Akses Diskusi DPR Disebut Tertutup, TB Hasanuddin Soroti Minimnya Kehadiran Menhan dan Menlu

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI dari...