Dunia Kecam Penembakan Israel yang Tewaskan 59 Warga Gaza, saat Antri Bantuan

Date:

DCNews, Gaza — Sedikitnya 59 warga sipil Palestina tewas dan lebih dari 220 lainnya terluka setelah tank-tank Israel menembakkan peluru ke arah kerumunan warga Gaza yang tengah mengantre bantuan pangan di Khan Younis, Selasa (17/6/2025). Insiden tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan sejak pengiriman bantuan kembali dibuka bulan lalu.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan puluhan jasad berserakan di jalan utama wilayah Khan Younis, Gaza selatan. Para saksi mata yang diwawancarai Reuters mengatakan tank-tank Israel melepaskan sedikitnya dua tembakan ke arah ribuan orang yang menunggu kedatangan truk bantuan.

“Tiba-tiba kami dibiarkan maju, mereka mengarahkan kami untuk berkumpul, lalu tembakan mulai menghantam. Tembakan tank,” kata Alaa, salah satu korban selamat yang tengah dirawat di Rumah Sakit Nasser, tempat para korban lainnya terbaring di lorong karena ruang perawatan tak mencukupi.

“Tak ada belas kasih. Orang-orang ini mati demi membawa pulang tepung untuk anak-anak mereka,” lanjutnya dengan suara lirih.

Militer Israel mengakui pihaknya melakukan tembakan di wilayah tersebut, namun menyatakan tengah menyelidiki insiden itu. Dalam pernyataannya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan: “Kerumunan teridentifikasi dekat truk distribusi bantuan yang terjebak di area Khan Younis, tidak jauh dari posisi pasukan IDF. Kami mengetahui laporan mengenai korban akibat tembakan kami dan tengah melakukan peninjauan atas insiden ini. IDF menyesali jatuhnya korban sipil dan berupaya meminimalisasi dampak terhadap warga tak bersenjata sambil menjaga keselamatan pasukan kami.”

Selain peristiwa di Khan Younis, setidaknya 14 warga Palestina lainnya dilaporkan tewas akibat tembakan dan serangan udara Israel di lokasi lain di Gaza, menjadikan total korban jiwa pada hari itu mencapai sedikitnya 73 orang.

Sejak akhir Mei, ketika Israel melonggarkan blokade penuh yang diberlakukan selama hampir tiga bulan, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 397 warga sipil tewas dan lebih dari 3.000 lainnya terluka saat mencoba mengakses bantuan kemanusiaan.

Israel saat ini menyalurkan bantuan melalui Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang didukung AS dan Israel, dengan beberapa titik distribusi yang dijaga ketat pasukan IDF. Namun, sistem ini mendapat penolakan keras dari PBB yang menilai mekanisme tersebut berisiko, tidak memadai, dan melanggar prinsip netralitas bantuan kemanusiaan. GHF sendiri mengklaim telah menyalurkan lebih dari tiga juta porsi makanan tanpa insiden besar, hingga insiden terbaru ini terjadi.

Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 warga Israel dan menyandera 251 orang. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan masif ke Gaza yang hingga kini telah menewaskan hampir 55.000 warga Palestina menurut otoritas kesehatan Gaza, serta menyebabkan pengungsian besar-besaran dan krisis kelaparan akut bagi 2,3 juta penduduk.

Ketegangan di kawasan semakin meningkat dengan dimulainya konfrontasi udara antara Israel dan Iran—sekutu utama Hamas—yang menyebabkan sebagian warga Gaza menyambut gempuran balik ke wilayah Israel sebagai “karma”. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Terlilit Pinjol, Mahasiswi Unair Akui Gunakan Dana KIP-K dan Bidikmisi Rp103 Juta

DCNews, Surabaya — Seorang mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) berinisial YIP...

Rampok Rp76 Juta Akibat Terjerat Pinjol, Pria di Pelalawan Tusuk Karyawan Perusahaan 27 Kali

DCNews, Pelalawan — Tekanan utang pinjaman online dan kebiasaan berjudi...

Literasi Keuangan Pelajar dan Mahasiswa Naik pada 2025, OJK Sulselbar Perluas Edukasi hingga Daerah

DCNews, Makassar — Tingkat pemahaman keuangan di kalangan pelajar dan...

Aksi Damai di Jakarta, Ribuan Petani dan Pedagang Apresiasi Program Prabowo

DCNews, Jakarta — Ribuan massa dari berbagai organisasi masyarakat menggelar...