OJK Ajak Pimpinan Media Jalan Pagi, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Publik

Date:

DCNews, Jakarta – Di tengah pertumbuhan industri jasa keuangan yang masih terjaga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat komunikasi dengan insan pers untuk memastikan informasi mengenai perkembangan sektor keuangan tersampaikan secara akurat dan transparan kepada masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama sejumlah pimpinan media massa di Jakarta, Sabtu (30/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah OJK membangun hubungan yang lebih erat dengan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan kebijakan, perkembangan industri, serta berbagai isu sektor jasa keuangan kepada publik.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi hadir bersama sejumlah Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK. Turut hadir Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi.

Hadir pula Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono serta Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman.

Agenda pertemuan tidak hanya berlangsung dalam suasana formal. Friderica bersama jajaran ADK OJK dan sejumlah pimpinan media juga mengikuti kegiatan jalan pagi di Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Melalui pertemuan tersebut, OJK mendorong terbangunnya komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan media massa. Sinergi ini dinilai penting untuk mendukung penyebaran informasi yang kredibel sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan dan dinamika industri jasa keuangan.

Kredit Perbankan Tumbuh 13,65 Persen

Di tengah upaya memperkuat komunikasi publik, OJK mencatat kinerja sektor jasa keuangan masih menunjukkan pertumbuhan positif hingga Agustus 2026.

Pada sektor perbankan, penyaluran kredit meningkat 13,65 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp9.178 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,94 persen secara tahunan.

Di sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun, total aset program perasuransian, yang mencakup asuransi komersial dan nonkomersial, tumbuh 2,56 persen secara tahunan menjadi Rp1.200,55 triliun.

Pertumbuhan juga tercatat pada industri dana pensiun. Total aset program pensiun meningkat 6,99 persen secara tahunan menjadi Rp1.724,14 triliun. Namun, industri perusahaan penjaminan masih menghadapi tekanan dengan nilai aset yang terkontraksi 5,17 persen menjadi Rp46,30 triliun.

Sementara itu, pada sektor lembaga pembiayaan dan jasa keuangan lainnya, piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh 1,68 persen secara tahunan menjadi Rp514,08 triliun.

Adapun industri pinjaman daring (pindar) mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Outstanding pembiayaan meningkat 22,07 persen secara tahunan menjadi Rp106,94 triliun.

Data tersebut memperlihatkan dinamika pertumbuhan yang berbeda di setiap subsektor jasa keuangan. Karena itu, keterbukaan informasi dan komunikasi yang efektif antara regulator, media, dan masyarakat menjadi penting agar perkembangan industri dapat dipahami secara utuh, termasuk peluang maupun risiko yang menyertainya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Cabut Izin 15 Bank Sepanjang 2026, Ini Daftar BPR dan BPRS yang Ditutup

DCNews, Jakarta – Sebanyak 15 Bank Perekonomian Rakyat (BPR)...

Harga Emas Antam Turun Rp20.000, Buyback Anjlok Rp65.000 per Gram pada 31 Oktober 2026

DCNews, Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang...

Pinjol Ilegal Ancam Ketahanan Ekonomi Keluarga di Jawa Barat, Kabupaten Bogor Jadi Sorotan OJK

DCNews, Bandung – Jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal tidak...

Soroti Narkotika dalam Cairan Vape, Habib Aboe Minta Penindakan hingga Jaringan Produksi

DCNews, Jakarta - Cairan rokok elektrik atau vape yang...