Kang Dahlan: Gelombang PHK Berpotensi Dongkrak Risiko Kredit, Multifinance Diminta Lebih Waspada

Date:

DCNews, Jakarta — Pelemahan pembiayaan kendaraan yang tercatat sepanjang Mei 2026 dinilai bukan sekadar perlambatan bisnis perusahaan multifinance, melainkan menjadi indikator melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan ekonomi dan meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui strategi pembiayaan yang lebih selektif tanpa menghambat akses masyarakat terhadap kredit produktif.

Konsultan keuangan sekaligus Pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, mengatakan kontraksi pembiayaan mobil baru dan bekas menunjukkan bahwa rumah tangga mulai menahan belanja untuk kebutuhan yang bersifat jangka panjang. Menurutnya, kendaraan merupakan salah satu aset yang sangat dipengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi.

“Ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian pendapatan, apalagi di tengah meningkatnya PHK, keputusan membeli kendaraan umumnya menjadi salah satu pengeluaran yang pertama kali ditunda. Karena itu, kontraksi pembiayaan kendaraan merupakan sinyal bahwa daya beli sedang mengalami tekanan,” ujar Asep Dahlan, dihubungi DCNews, Minggu (19/7/2026).

Ia menilai, kondisi tersebut harus menjadi perhatian seluruh pelaku industri pembiayaan. Pasalnya, apabila kualitas debitur ikut memburuk, risiko kredit bermasalah berpotensi meningkat sehingga dapat memengaruhi kesehatan industri multifinance.

Menurut Kang Dahlan, begitu Ketua Yayasan Hijrah Financial Indonesia itu akrab diaapa, perusahaan pembiayaan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan penyaluran kredit, tetapi juga perlu memperkuat manajemen risiko melalui penilaian kelayakan debitur yang lebih akurat dan pengawasan terhadap kualitas portofolio pembiayaan.

“Fokus industri saat ini seharusnya menjaga kualitas aset. Pertumbuhan pembiayaan memang penting, tetapi akan jauh lebih baik jika dibangun di atas portofolio yang sehat sehingga risiko gagal bayar dapat ditekan,” katanya.

Meski demikian, Kang Dahlan menilai prospek industri multifinance hingga akhir tahun masih terbuka. Ia optimistis permintaan pembiayaan akan kembali meningkat apabila kondisi pasar tenaga kerja membaik, inflasi tetap terkendali, dan suku bunga bergerak lebih stabil.

Selain itu, ia mendorong perusahaan multifinance untuk memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang memiliki risiko lebih terukur, sekaligus memanfaatkan digitalisasi agar proses analisis kredit menjadi lebih cepat dan akurat.

“Diversifikasi portofolio menjadi langkah penting. Industri tidak boleh terlalu bergantung pada pembiayaan konsumtif semata, tetapi juga perlu memperbesar pembiayaan yang mendukung kegiatan usaha produktif agar pertumbuhannya lebih berkelanjutan,” ujar Kang Dahlan lagi.

Pemerintah dan Legislator Jaga Stabilitas Ekonomi

Ia juga mengingatkan pemerintah dan regulator untuk terus menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, pemulihan sektor riil akan menjadi faktor utama dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk melakukan pembelian aset melalui fasilitas pembiayaan.

“Selama ancaman PHK masih tinggi, masyarakat akan cenderung menahan konsumsi. Karena itu, pemulihan sektor riil harus menjadi prioritas agar industri pembiayaan kembali tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Kang Dahlan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kejari Tangsel Setor Rp14,2 Miliar Uang Rampasan Kasus Pinjol Ilegal ke Kas Negara

DCNews, Tangsel — Upaya negara menelusuri dan memulihkan hasil...

Polsek Prambanan Edukasi Karang Taruna Gayamharjo tentang Bahaya Pinjol Ilegal dan Judi Online

DCNews, Yogjakarta — Kepolisian Sektor (Polsek) Prambanan meningkatkan upaya pencegahan...

Tak Cukup di Balai Kota, Nabilah: Waste Station Diterapkan di Semua Kantor Pemprov DKI

DCNews, Jakarta – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta...

OJK Awasi Ketat Penyelesaian Gagal Bayar Akseleran, Pemulihan Dana Lender Terus Didorong

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan...