DCNews, Jakarta — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadapi tantangan menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas fiskal setelah resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Komisi XI DPR RI meminta menteri baru mengantisipasi risiko suku bunga tinggi yang dapat menekan pembiayaan negara dan meningkatkan imbal hasil surat utang pemerintah.
Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun menilai Suahasil memiliki bekal teknokratis yang memadai untuk menghadapi tantangan tersebut. Sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan yang telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan, Suahasil dinilai memahami pekerjaan yang harus segera dilanjutkan.
“Beliau tahu apa yang harus dikerjakan, tinggal bagaimana menyeimbangkan semua circumstance yang ada, membalance kembali. Dia harus menjaga stabilisasi,” ujar Misbakhun kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Antisipasi Suku Bunga Higher for Longer
Misbakhun menyoroti risiko situasi suku bunga tinggi yang diperkirakan bertahan lebih lama atau higher for longer. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu menjadi perhatian Suahasil dalam merumuskan kebijakan fiskal dan menjaga stabilitas keuangan negara.
Salah satu dampak yang diantisipasi adalah kenaikan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN). Misbakhun menyebut yield surat utang negara saat ini telah menyentuh sekitar 7%.
“Ini yang harus diantisipasi,” tutur dia. “Tentunya ini kan butuh stabilisasi. Sehingga pasar harus diyakinkan dengan cara kebijakan-kebijakan yang seperti itu.”
Pernyataan tersebut menempatkan stabilitas pasar surat utang sebagai salah satu tantangan awal Suahasil. Ketika imbal hasil meningkat, pemerintah berpotensi menghadapi biaya pembiayaan yang lebih tinggi, sehingga ruang fiskal untuk membiayai program pembangunan dan kebutuhan masyarakat perlu dijaga.
Suahasil Lanjutkan Kebijakan Purbaya
Suahasil resmi menjabat Menteri Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Serah terima jabatan antara Suahasil dan Purbaya Yudhi Sadewa berlangsung pada Selasa (15/9/2026).
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Suahasil mengatakan Prabowo memberikan arahan untuk menjaga keberlanjutan fiskal dan keuangan negara, mempertahankan kesehatan APBN, serta menstabilkan perekonomian agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.
“Kita lanjutkan pekerjaan kita masing-masing, dan kita buat Kementerian Keuangan yang kredibel, yang bisa dipercaya, yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Suahasil.
Dia juga memastikan sejumlah kebijakan yang telah dijalankan Purbaya akan diteruskan. Salah satunya adalah penguatan penindakan terhadap aktivitas ilegal di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak.
“Yang soal rokok ilegal, saya yakin Pak Djaka, gempur terus. Sepakat ya Pak Djaka? Sepemantauan saya, penangkapan kegiatan-kegiatan ilegalnya itu menjadi lebih kuat dan akan kita lanjutkan terus,” tutur dia.
Dengan demikian, agenda awal Suahasil mencakup dua tuntutan yang berjalan beriringan: menjaga kredibilitas fiskal di tengah risiko pembiayaan yang meningkat dan memastikan kesinambungan reformasi penerimaan negara. Bagi pasar, konsistensi kebijakan serta kemampuan pemerintah menjaga stabilitas akan menjadi bagian penting dari penilaian terhadap arah pengelolaan keuangan negara di bawah kepemimpinan baru. ***

