DCNews, Jakarta — Harga emas Antam kembali bertahan di level Rp2,638 juta per gram pada Minggu (20/9/2026), setelah mengalami penguatan pada penghujung pekan. Di sisi lain, harga buyback juga tidak berubah, berada di Rp2,473 juta per gram.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram pada Minggu pagi tercatat Rp2.638.000 per gram, sama dengan harga pada Sabtu (19/9/2026). Harga buyback juga bertahan di Rp2.473.000 per gram.
Dengan posisi tersebut, selisih antara harga jual emas Antam 1 gram dan harga buyback mencapai Rp165.000 per gram. Selisih ini menjadi salah satu komponen yang perlu diperhitungkan investor karena kenaikan harga emas belum otomatis berarti investor memperoleh keuntungan ketika menjual kembali.
Harga emas Antam pada akhir pekan ini berada lebih tinggi dibandingkan posisi awal pekan. Pada Senin (14/9/2026), harga emas Antam 1 gram tercatat Rp2.602.000, sebelum bergerak naik hingga Rp2.638.000 per gram pada Sabtu dan bertahan pada level tersebut pada Minggu.
Berikut daftar harga emas batangan Antam pada Minggu (20/9/2026), sebelum pajak:
| Pecahan | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.369.000 |
| 1 gram | Rp2.638.000 |
| 5 gram | Rp12.965.000 |
| 10 gram | Rp25.875.000 |
| 25 gram | Rp64.562.000 |
| 50 gram | Rp129.045.000 |
| 100 gram | Rp258.012.000 |
| 250 gram | Rp644.765.000 |
| 500 gram | Rp1.289.320.000 |
| 1.000 gram | Rp2.578.600.000 |
Logam Mulia Antam menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran. Harga per gram pada pecahan kecil umumnya lebih tinggi dibandingkan pecahan besar karena adanya komponen biaya pencetakan. Harga emas batangan 1 kilogram lazim digunakan sebagai salah satu acuan harga per gram dalam perdagangan emas.
Pergerakan harga emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa investor perlu melihat tren secara lebih luas, bukan sekadar perubahan harga dari satu hari ke hari berikutnya. Harga emas dapat bergerak mengikuti berbagai faktor pasar, termasuk kondisi ekonomi dan keuangan global.
Bagi investor ritel, perbedaan antara harga pembelian dan buyback juga penting karena menentukan seberapa besar kenaikan harga yang dibutuhkan sebelum investasi mencapai titik impas. Karena itu, harga emas yang terlihat naik belum tentu langsung mencerminkan keuntungan bersih ketika emas dijual kembali.
Analisis Dahlan Consultant: Jangan Hanya Mengejar Kenaikan Harga
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai investor emas sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga harian. Emas lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari strategi menjaga nilai aset dan diversifikasi, terutama bagi investor dengan tujuan jangka menengah dan panjang.
Menurut pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, yang akrab disapa Kang Dahlan, investor perlu memperhitungkan spread antara harga beli dan harga buyback sejak awal. Selisih tersebut membuat investor membutuhkan kenaikan harga tertentu sebelum transaksi penjualan kembali benar-benar menghasilkan keuntungan.
Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan pembelian emas dengan kemampuan keuangan dan tujuan investasi. Bagi investor yang melakukan akumulasi untuk jangka panjang, pembelian secara bertahap dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi ketergantungan pada satu titik harga.
Dengan harga emas Antam 1 gram yang kini berada di Rp2.638.000, investor tidak hanya perlu mencermati arah harga emas, tetapi juga menghitung biaya transaksi, spread, pajak yang berlaku, kebutuhan likuiditas, serta jangka waktu investasi.
“Dengan demikian, stabilnya harga emas Antam pada Minggu ini bukan sekadar catatan pergerakan harga harian. Bagi investor, angka Rp2,638 juta per gram juga menjadi pengingat bahwa keputusan membeli atau menjual emas perlu didasarkan pada perhitungan menyeluruh, bukan semata-mata karena harga sedang naik atau bertahan di level tertentu,” demikian Kang Dahlan. ***

