DCNews, Jakarta — Janji keuntungan cepat bisa menjadi pintu masuk ke masalah keuangan yang lebih besar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur promosi, hadiah, investasi, trading, maupun pinjaman daring yang menawarkan keuntungan dalam waktu singkat.
Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Jabodebek, Andes Novytasary, meminta masyarakat lebih berhati-hati sebelum menerima tawaran keuangan yang terlihat menguntungkan.
“Jangan mudah tergiur promosi, hadiah, investasi, trading, maupun pinjaman daring yang menjanjikan keuntungan cepat,” kata Andes, Sabtu (19/9/2026).
Menurut dia, kehati-hatian juga perlu diterapkan ketika masyarakat diminta menyerahkan informasi pribadi. Data seperti KTP, alamat email, nomor telepon, dan nama ibu kandung perlu dijaga agar tidak jatuh ke tangan pihak yang dapat menyalahgunakannya.
“Jaga data pribadi seperti KTP, alamat email, nomor telepon, dan nama ibu kandung agar tidak mudah disalahgunakan,” ujar Andes.
Perhatian OJK juga tertuju pada kelompok usia muda. Andes menyebut masyarakat berusia 18–30 tahun termasuk kelompok yang rentan terpapar berbagai modus aktivitas keuangan ilegal.
Karena itu, edukasi dan penyebaran informasi yang benar dinilai penting untuk memperkuat perlindungan konsumen. Masyarakat perlu memiliki informasi yang cukup untuk mengenali tawaran berisiko sebelum mengambil keputusan finansial.
Pesannya bukan sekadar soal mengejar keuntungan, tetapi juga memastikan keamanan sebelum bertindak. Tawaran yang terlihat menarik tetap perlu diperiksa, terutama ketika disertai janji hasil cepat atau meminta data pribadi. ***

