DCNews, Jakarta — Penipuan keuangan ilegal dapat menyasar siapa saja, termasuk masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan tinggi. Karena itu, penguatan literasi keuangan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk membantu masyarakat mengenali risiko dan melindungi diri dari praktik keuangan ilegal.
Anggota Komisi XI DPR RI, Dr. Anis Byarwati, mengatakan literasi keuangan perlu diperkuat di seluruh lapisan masyarakat. Menurut dia, latar belakang pendidikan tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari risiko menjadi korban penipuan keuangan ilegal.
“Teman-teman media adalah corong terdepan untuk mengedukasi masyarakat. Dengan berita yang benar dan edukasi yang benar, masyarakat tentunya akan semakin terlindungi,” ujar Anis, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (19/9/2026).
Anis menilai media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan keuangan. Edukasi yang disampaikan secara tepat diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan dengan lebih hati-hati.
Upaya memperkuat literasi keuangan, kata dia, tidak cukup hanya menyasar masyarakat yang dianggap rentan. Informasi mengenai risiko produk dan layanan keuangan ilegal perlu menjangkau masyarakat secara luas, mengingat modus penipuan dapat berkembang dan menyasar berbagai kelompok. ***

