DCNews, Bandung — Realisasi investasi di Kota Bandung telah mencapai Rp6,4 triliun hingga semester I 2026, atau lebih dari separuh target investasi sepanjang tahun yang ditetapkan Pemerintah Kota Bandung sebesar Rp12 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan geliat investasi di ibu kota Jawa Barat itu terus menguat. Pemerintah Kota Bandung mencatat realisasi penanaman modal mengalami peningkatan dari triwulan I menuju triwulan II 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung Eric Mohamad Atthauriq mengatakan realisasi investasi hingga semester pertama tahun ini terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp5,44 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp930 miliar.
“Tren realisasi investasi Kota Bandung relatif meningkat dari triwulan I ke triwulan II atau semester I. Posisi sekarang sekitar Rp6,4 triliun,” kata Eric di Bandung, Selasa (18/8/2026).
Dengan capaian tersebut, realisasi investasi Kota Bandung telah berada di kisaran 53 persen dari target Rp12 triliun yang dipatok untuk 2026. Pemerintah daerah masih memiliki waktu sekitar satu semester untuk mengejar sisa target investasi sebesar Rp5,6 triliun.
Kemudahan Perizinan Jadi Daya Tarik Investor
Eric mengatakan dominasi PMDN menunjukkan investor domestik masih menjadi penopang utama aktivitas penanaman modal di Kota Bandung. Di sisi lain, investasi asing tetap memberikan kontribusi terhadap total realisasi investasi daerah.
Menurut dia, salah satu faktor yang membuat Kota Bandung menarik bagi investor adalah kemudahan layanan perizinan yang diberikan pemerintah daerah.
DPMPTSP, kata Eric, terus memperluas akses layanan bagi pelaku usaha, termasuk melalui layanan bantuan sistem Online Single Submission (OSS).
“Kami juga memberikan layanan perbantuan OSS, layanan Sakedap (Sarana Anjungan Kemudahan Perizinan) di kecamatan dan sentra-sentra industri pasar bagi pelaku usaha mikro,” ujarnya.
Langkah tersebut ditempuh untuk memangkas hambatan administratif sekaligus mendekatkan layanan perizinan kepada pelaku usaha. Pemerintah Kota Bandung berharap kemudahan tersebut dapat mendorong lebih banyak kegiatan usaha dan investasi baru.
Pemkot Bandung Andalkan Trilogi Investasi
Selain penyederhanaan layanan perizinan, peningkatan investasi juga didorong melalui sejumlah program promosi investasi yang dikembangkan Pemerintah Kota Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
DPMPTSP mengembangkan strategi yang disebut trilogi investasi dan mulai digagas sejak 2025. Program tersebut terdiri atas Bandung Investment Forum, Investor Day, dan Bandung Investment Summit.
Ketiga agenda tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor untuk memperkenalkan potensi serta peluang investasi di Kota Bandung.
Eric mengatakan program trilogi investasi kembali dilaksanakan pada 2026. Pemerintah daerah berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum promosi, tetapi dapat menghasilkan komitmen investasi baru.
“Di tahun 2026 ini kami kembali melaksanakan trilogi investasi. Rencananya tanggal 19 Agustus yang akan datang kami juga akan melaksanakan Investor Day,” kata Eric.
Investor Day Jadi Momentum Mengejar Target
Pelaksanaan Investor Day pada 19 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum Pemerintah Kota Bandung untuk mempertemukan calon investor dengan berbagai peluang investasi yang tersedia.
Dengan realisasi Rp6,4 triliun pada semester pertama, pemerintah daerah masih perlu menarik investasi sekitar Rp5,6 triliun untuk memenuhi target tahunan.
Tantangan berikutnya adalah menjaga tren pertumbuhan investasi sekaligus memastikan berbagai kemudahan yang telah disiapkan pemerintah mampu diterjemahkan menjadi realisasi investasi konkret.
Bagi Kota Bandung, pencapaian target investasi tidak hanya berkaitan dengan nilai penanaman modal, tetapi juga diharapkan dapat memperluas aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing kota sebagai salah satu pusat bisnis dan ekonomi kreatif di Jawa Barat. ***

