DCNews, Jakarta — Di tengah menguatnya spekulasi mengenai perombakan Kabinet Merah Putih, pemerintah memastikan Presiden Prabowo Subianto belum memiliki agenda melakukan reshuffle dalam waktu dekat. Istana menyatakan belum ada pembahasan mengenai pergantian menteri, meski sejumlah posisi di kabinet masih belum terisi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan Presiden belum berdiskusi mengenai kemungkinan melakukan evaluasi kabinet yang berujung pada pergantian pejabat.
Menurut dia, isu reshuffle yang berkembang belakangan ini tidak sesuai dengan agenda pemerintahan saat ini. “Sementara belum ada,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).
Prasetyo menjelaskan, apabila Presiden melantik pejabat baru dalam waktu dekat, pelantikan tersebut hanya bertujuan mengisi jabatan yang kosong, bukan sebagai bagian dari perombakan kabinet secara menyeluruh.
Beberapa posisi yang hingga kini belum memiliki pejabat definitif antara lain Wakil Menteri Pertanian setelah Sudaryono dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan juga masih kosong setelah Silmy Karim tidak lagi menjabat.
“Yang kosong. Tapi memang terus terang kita belum, Bapak Presiden juga belum berdiskusi mengenai rencana adanya pergantian atau reshuffle kabinet,” ujar Prasetyo.
Penegasan dari Istana muncul ketika isu reshuffle kembali menjadi perhatian publik. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi, meningkatnya kritik terhadap pelaksanaan sejumlah program prioritas, serta munculnya berbagai kontroversi yang melibatkan sejumlah pejabat negara.
Di saat yang sama, hasil sejumlah survei menunjukkan tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo. Penurunan tersebut dikaitkan dengan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, daya beli, hingga efektivitas kinerja sebagian anggota kabinet dalam menjalankan program pemerintah.
Meski demikian, pemerintah belum melihat kondisi tersebut sebagai alasan untuk melakukan perombakan kabinet. Sikap Istana menunjukkan bahwa Presiden masih memilih mempertahankan komposisi Kabinet Merah Putih sambil memastikan jabatan yang kosong segera terisi agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif.
Dengan pernyataan resmi Mensesneg, spekulasi mengenai reshuffle kabinet pada Agustus 2026 untuk sementara mereda. Fokus pemerintah saat ini diarahkan pada penyelesaian kekosongan jabatan strategis dan menjaga stabilitas pemerintahan di tengah tantangan ekonomi serta tingginya ekspektasi publik terhadap kinerja kabinet. ***

