Konsultan Keuangan Asep Dahlan Apresiasi Optimalisasi SLIK OJK untuk Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Date:

DCNews, Jakarta – Langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengoptimalkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendukung Program 3 Juta Rumah mendapat apresiasi dari kalangan praktisi keuangan. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif, transparan, dan akuntabel.

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, mengatakan optimalisasi SLIK merupakan langkah strategis yang dapat mempercepat penyaluran kredit kepada sektor produktif tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Menurutnya, selama ini SLIK telah menjadi instrumen utama bagi lembaga jasa keuangan dalam menilai rekam jejak calon debitur. Dengan penyempurnaan sistem, proses analisis kredit diharapkan menjadi lebih akurat sehingga masyarakat yang memiliki kapasitas membayar tetap memperoleh kesempatan mengakses pembiayaan.

“Optimalisasi SLIK merupakan kebijakan yang tepat karena mampu menciptakan keseimbangan antara perluasan akses pembiayaan dengan pengelolaan risiko kredit. Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat,” ujar Asep Dahlan, di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Ia menilai kebijakan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi pelaku UMKM yang selama ini menghadapi kendala dalam memperoleh pembiayaan formal. Dengan data yang semakin terintegrasi dan akurat, lembaga keuangan dapat melakukan penilaian risiko secara lebih objektif sehingga keputusan pemberian kredit tidak hanya didasarkan pada agunan semata.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Ketika akses pembiayaan semakin mudah namun tetap terukur, produktivitas usaha akan meningkat, penyerapan tenaga kerja bertambah, dan roda ekonomi daerah ikut bergerak,” katanya.

Asep Dahlan juga menyoroti dukungan OJK terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Menurut dia, sektor perumahan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena melibatkan banyak industri pendukung, mulai dari bahan bangunan hingga jasa konstruksi.

“Optimalisasi SLIK akan membantu perbankan dan lembaga pembiayaan melakukan asesmen yang lebih cepat terhadap calon debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tanpa mengurangi kualitas manajemen risiko. Hal ini dapat mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kang Dahlan sapaan akrab Ketua Yayasan Hijrah Financial Indonesia itu, mengingatkan bahwa peningkatan kualitas sistem informasi kredit harus diikuti dengan edukasi keuangan kepada masyarakat. Menurut dia, pemahaman mengenai pentingnya menjaga riwayat kredit akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan tingkat keberhasilan masyarakat memperoleh pembiayaan.

“Masyarakat perlu memahami bahwa rekam jejak kredit yang baik merupakan aset finansial. Disiplin memenuhi kewajiban pembayaran akan membuka peluang memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas di masa mendatang,” ucapnya.

Ia berharap optimalisasi SLIK tidak hanya meningkatkan efisiensi industri jasa keuangan, tetapi juga mampu memperluas inklusi keuangan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan pembiayaan perumahan.

Menurut Kang Dahlan, sinergi antara regulator, industri jasa keuangan, dan masyarakat menjadi kunci agar kebijakan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan produktif. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harkopnas ke-79, Menteri P2MI: Koperasi Kunci Membuka Peluang Usaha dan Kesejahteraan

DCNews, Jakarta - Di tengah upaya pemerintah mempercepat penguatan...

Langgar Pedoman Perilaku, Indosaku Kena Sanksi Etik dari AFPI

DCNews, Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)...

Prabowo Ancam Koruptor: Rakyat Tidak Bodoh, Kembalikan Kekayaan Negara Sekarang !

DCNews, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali mengeluarkan peringatan...

Harkopnas Ke-79: Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Bangkit Perkuat Ekonomi Rakyat

DCNews, Jakarta - Pemerintah mempertegas arah pembangunan ekonomi yang...