Fenomena Pinjol di Kalangan Gen Z, Psikolog Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan

Date:

DCNews, Jakarta – Meningkatnya penggunaan pinjaman online di kalangan Generasi Z tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh faktor psikologis, tekanan lingkungan sosial, serta rendahnya literasi keuangan. Psikolog Andi Cahyadi mengingatkan, keputusan memanfaatkan pinjol tanpa perencanaan yang matang berpotensi memicu masalah keuangan sekaligus berdampak pada kesehatan mental generasi muda.

Menurut Andi, karakteristik Gen Z yang tumbuh di era digital membuat mereka terbiasa dengan segala sesuatu yang serba cepat dan instan. Kondisi tersebut turut memengaruhi cara mereka mengambil keputusan finansial, termasuk dalam memanfaatkan layanan pinjaman digital.

“Sebagian Gen Z tumbuh di era serba instan, sehingga kemudahan mendapatkan akses dana sering kali terasa lebih menarik dibandingkan proses menabung atau merencanakan keuangan dalam jangka panjang,” kata Andi, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, pengaruh media sosial juga menjadi faktor yang memperkuat perilaku konsumtif di kalangan anak muda. Berbagai konten mengenai tren fesyen, kuliner, hiburan, hingga gaya hidup kerap memunculkan dorongan untuk mengikuti apa yang sedang populer, meski kemampuan finansial belum memadai.

Dalam kondisi tersebut, pinjaman online kerap dipandang sebagai solusi instan untuk memenuhi keinginan. Padahal, menurut Andi, keputusan berutang seharusnya didasarkan pada pertimbangan yang rasional, bukan sekadar dorongan emosional atau keinginan sesaat.

“Ketika keinginan lebih besar daripada kemampuan finansial, pinjol sering dianggap sebagai jalan keluar yang cepat. Padahal keputusan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang,” ujarnya.

Selain faktor gaya hidup, Andi menilai rendahnya literasi keuangan masih menjadi persoalan mendasar. Banyak anak muda memahami kemudahan memperoleh dana, tetapi belum sepenuhnya menyadari konsekuensi yang menyertai pinjaman, mulai dari kewajiban membayar cicilan, bunga, hingga risiko terganggunya kondisi keuangan dalam jangka panjang.

“Banyak yang hanya melihat kemudahan memperoleh dana, tetapi belum sepenuhnya memahami tanggung jawab yang menyertainya,” katanya.

Dari sisi psikologis, penggunaan pinjol yang tidak terkendali dapat memicu berbagai tekanan emosional. Beban utang yang terus bertambah berpotensi menimbulkan kecemasan saat menghadapi jatuh tempo pembayaran, rasa bersalah, gangguan tidur, hingga stres berkepanjangan yang pada akhirnya dapat memengaruhi hubungan sosial maupun produktivitas.

“Masalah keuangan sering kali tidak berhenti pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial seseorang,” jelas Andi.

Meski demikian, Andi menegaskan bahwa pinjaman bukan merupakan sesuatu yang selalu berdampak negatif. Menurutnya, pinjaman dapat dimanfaatkan secara bijak apabila digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan disertai kemampuan membayar sesuai dengan perjanjian.

“Yang perlu dibangun adalah kebiasaan mengelola keuangan secara sehat, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta tidak mengambil keputusan karena dorongan sesaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi mendorong keterlibatan orang tua, sekolah, dan perguruan tinggi dalam memperkuat literasi keuangan sejak dini. Edukasi mengenai pengelolaan uang dinilai penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bertanggung jawab dan tidak mudah tergoda oleh kemudahan akses pinjaman digital.

“Literasi finansial bukan hanya tentang cara menghasilkan uang, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab,” tegasnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026 Stabil, Simak Daftar Lengkap Galeri 24, Antam, UBS dan Analisis Dahlan Consultant

DCNews, Jakarta – Harga emas di Pegadaian pada Senin (13/7/2026)...

Harkopnas ke-79, Menteri P2MI: Koperasi Kunci Membuka Peluang Usaha dan Kesejahteraan

DCNews, Jakarta - Di tengah upaya pemerintah mempercepat penguatan...

Langgar Pedoman Perilaku, Indosaku Kena Sanksi Etik dari AFPI

DCNews, Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)...

Prabowo Ancam Koruptor: Rakyat Tidak Bodoh, Kembalikan Kekayaan Negara Sekarang !

DCNews, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali mengeluarkan peringatan...